Dawam Rahardjo Cendekiawan Muslim, Yang Pecinta Koperasi Sudah Tiada

Pipnews.co.id, Jakarta 31 Mei 2018

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqie mengatakan Indonesia kehilangan salah satu tokoh intelektual handal seiring wafatnya cendikiawan muslim Dawam Rahardjo, Rabu (30/5) malam. Beliau meninggal dalam usia 76 tahun di Rumah Sakit Islam Indonesia.

“Kita kehilangan satu lagi tokoh panutan di dunia intelektual dan aktivis yang handal untuk kemajuan bangsa,” kata Jimly dalam pesan singkat di Jakarta, Kamis dini hari.

Jimly mengatakan Dawam merupakan sosok intelektual, aktivis serta pemikir sosial dan ekonomi politik yang selalu mengikuti perkembangan terbaru. Mantan Ketua MK itu mengajak seluruh pihak mendoakan kepergian Dawam. Sementara itu mantan Menko Kemaritiman serta Menko Ekuin Rizal Ramli memandang sosok Dawam sebagai seorang ekonom kerakyatan.

“Ia cendikiawan muslim, tokoh pluralis dan seorang muslim yang berani. Dia tidak gentar saat sebagian umat Islam di Indonesia mencela karena pembelaannya terhadap kaum minoritas di Indonesia,” ujar Rizal dihubungi di Jakarta, Kamis dini hari.

Mantan Menteri Kemaritiman yang sering dijuluki ‘Menteri Berjurus Kepret’ itu mengatakan pembelaan Dawam terhadap kaum minoritas dan marjinal selalu berada dalam koridor kepantasan dan rasional. Dawam Rahardjo wafat Rabu (30/5) di RS Islam Jakarta pada usia ke-76 tahun. Pria kelahiran Solo, 20 April 1942 itu ikut memberikan sumbangsih dalam ide pendirian organisasi ICMI, hingga menjadi anggota Dewan Kehormatan ICMI periode 2015-2020.

Semasa hidupnya Dawam banyak menulis buku antara lain berjudul Esai-esai ekonomi politik (1983), Deklarasi Mekah: Esai-esai ekonomi Islam (1987), Etika bisnis dan manajemen (1990), Habibienomics: Telaah pembangunan ekonomi (1995), Paradigma Alquran: Metodologi dan kritik sosial (2005), serta Nalar Politik Ekonomi Indonesia (2011).

Lantas, siapa Dawam Raharjo dimata gerakan koperasi Indonesia. Ternyata Dawan, adalah sosok pencinta koperasi, yang semasa hidupnya kerap membantu perjuangan gerakan koperasi.

“Seingat saya, Dawam Rahardjo adalah satu diantara tokoh pemikir nasional yang gigih mempertahankan Pasal 33 UU 1945 tentang koperasi untuk tidak diamandemen,” ujar Adji Gutomo, Kepala Badan Pengelola PIP Dekopin kepada Pipnews.co.id, (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.