Dekopin Sebagai Wadah Tunggal Gerakan Koperasi, Otomatis Koperasi Berbadan Hukum adalah Anggotanya dan Taat Membayar Iuran

Pipnews.co.id, Bogor – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sebagai wadah tunggal gerakan koperasi adalah organisasi yang semestinya diperhitungkan oleh siapa pun, baik sebagai motor penggerak ekonomi maupun sebagai wadah perjuangan “politik ekonomi rakyat”.

Dekopin sebagai pemersatu leih dari 200 ribu koperasi dan 25 juta anggota (sebelum dibekukan/tidak aktif sekitar 40 ribu). Sudah selayaknya Dekopin memiliki komunikasi yang kuat kepada anggotanya. Yakni dengan memberikan informasi yang intens kepada anggota dan publik. Tentu saja untuk melakukan hal tersebut dengan dukungan database keanggotaan yang valid.

Informasi yang akhirnya berujung pada peran, fasilitasi, pendidikan, advokasi dengan diemban tugasnya oleh badan dan lembaga yang ada di Dekopin. Khususnya oleh Badan Pelayanan Pusat Informasi Perkoperasian (BP-PIP).

Demikian diungkapkan Sekretaris Jendral Dekopin Neddy Rafinaldi dalam acara Fasilitasi Pemberitaan di Situs Perkoperasian dan Konsolidasi Tim Redaksi Pusat dan Daerah, di Hotel Permata, Bogor, Selasa (9/10).

Neddy juga menegaskan seharusnya keberadaan Dekopin itu mengikat dengan gerakan koperasi. Sebab lanjut dia, Dekopin sesuai Undang Undang (UU) sebagai wadah tunggal itu dan sesuai UU pula mereka wajib membayar iuran pada Dekopin. “Kalau saja hal ini terjadi pasti akan ada sinergi yang saling membesarkan koperasi,” jelasnya.

Sebab lanjut Neddy sesuai UU, bagi koperasi yang sudah berbadan hukum itu adalah anggota Dekopin. Sehingga harus membayar iuran. “Jangan bilang iuran tak seberapa jumlahnya, kalau buat saya bukan soal jumlah uangnya berapa tetapi ini terkait partisipasi koperasi terhadap gerakannya. Sekali lagi Dekopin sesuai UU sebagai wadah tunggal gerakan koperasi, seharusnya diikuti oleh koperasi,” tandasnya lagi.

Sementara terkait soal tugas dan fungsi BP-PIP papar Adji Gutomo selaku Kepala badan, mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya sejak 2016 telah melaksanakan tugasnya dari penerbitan media cetak beralih ke pemberitaan melalui wesite (Media Online).

“Upaya penyempurnaan terus kami lakukan, baik dari segi materi pemeritaan maupun pengembangan teknologinya yang semakin hari semakin canggih. Dengan demikian kami berharap eralihnya dari media cetak ke online, berita-berita yang berikan menjadi salah satu alat pemersatu antar gerakan koperasi di Indonesia,” papar Adji.

Adji menambahkan digelarnya rakor ini akan terjalin komunikasi yang baik di antara pengelola, khususnya redaksi baik di pusat maupun di daerah. Selain itu pipnews.co.id bisa menjadi satu portal media, sehingga bisa difungsikan tidak cuma sebagai web media juga memiliki multi fungsi, seperti market place, fintech dan media-media sosial lainnya. (Slamet A W/Yanes).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.