Kemenkop Gelar Diklat Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan

Pipnews.co.id, Jakarta – Dalam sebuah organisasi, kepemimpinan itu sangat penting. Sebab, organisasi yang memiliki kepemimpinan baik akan mudah membagi tugas kepada bawahannya. Jika sebaliknya akan sulit mendapatkan kepercayaan dari anggota, sehingga pencapaian tujuan organisasi tidak akan terwujud. Demikian ditegaskan Kepala Biro Umum, Kementerian Koperasi dan UKM, Hardiyanto, pada acara Pelatihan Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, pelatihan tersebut bertujuan guna mengasah kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah, agar memiliki kesamaan pola pikir yang dinamis dan bernalar, memiliki wawasan pengetahuan komprehensif, berorientasi kepada pelayanan prima dan pengembangan partisipasi masyarakat.

“Oleh sebab itu, sangat penting meningkatkan kompetensi kepemimpinan pejabat di berbagai jenjang, dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan. Menjadi pemimpin itu adalah agen perubahan untuk mencapai kinerja lebih baik,” jelasnya.

Masih menurut Hardiyanto bahwa kondisi saat ini di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM, tengah mengalami krisis kepegawaian karena tidak adanya kesinambungan jabatan struktural. Hal tersebut sebagai dampak dari selama 14 tahun tidak ada pengangkatan pegawai. “Tahun ini hingga tahun depan, banyak posisi jabatan struktural di level Eselon I, II, dan III, memasuki masa pensiun. Eselon II ada delapan orang yang akan pensiun, juga Eselon III yang akan pensiun sebanyak delapan orang juga,” tandasnya lagi.

Lahirnya kepemimpinan itu imbuh Hardiyanto, bisa karena bakat sejak lahir dan juga bisa karena pelatihan atau pembelajaran. Melalui pelatihan inilah kata dia sebagai salah satu sarana pembelajaran untuk melahirkan dan mendidik seseorang menjadi pemimpin. Dalam wahana tersebut, menempa para Eselon III untuk dikader menjadi Eselon II.

Untuk itu pelatihan atau diklat seperti ini menurut Hardiyanto amat penting dan diperlukan bagi kesinambungan pada jabatan-jabatan struktural di kementerian. “Eselon IV kita kader menjadi Eselon III, Eselon III menjadi Eselon II, dan Eselon II menjadi Eselon I. Termasuk kaderisasi dari staf menjadi Eselon IV,” tandasnya.

Terkait kekosongan posisi jabatan Eselon I di Kemenkop UKM, Hardiyanto menjelaskan bahwa Panitia Seleksi (Pansel) sudah melakukan Open Biding dan Internal Assesment mencari kader untuk mengisi enam jabatan struktural di level Eselon I, yaitu tiga jabatan deputi dan tiga staf ahli. “Sesuai UU, Open Biding dilaksanakan pihak ketiga biar netral. Pesertanya terdiri dari orang dalam dan orang luar. Hasilnya, sudah diumumkan dan disampaikan ke Presiden melalui Tim Penilai Akhir,” ungkapnya, seraya menyebutkan, Pansel itu terdiri dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kemenpan, dan Kemenkop UKM.

Alokasi CPNS 2018

Adapun terkait alokasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, Hardiyanto mengungkapkan, tahun ini Kemenkop UKM akan menerima 97 orang CPNS. Tes kemampuan dasar dengan menggunakan metode Computer Assistant Test (CAT) yang dilaksanakan di BKN. Dengan pola CAT ini kata dia, memberikan peluang sama dan sederajat bagi seluruh masyarakat yang ingin menjadi PNS atau ASN (Aparatur Sipil Negara).

Dengan memakai sistem CAT, Hardiyanto menjamin tidak akan ada yang namanya katabelece. “Anak tukang becak sekali pun kalau memiliki kemampuan dan memenuhi syarat, bisa menjadi PNS. Bahkan, anak pejabat sekali pun tidak akan lolos jika tidak lulus TKD dan TKB,” tegas Hardiyanto.

Setelah lolos dari CAT, lanjut dia, CPNS akan mengikuti tes kemampuan bidang yang diselenggarakan kementerian dan berkoordinasi dengan Kemenpan dan BKN. Hal ini imbuh Hardiyanto merupakan kebijakan baru yang patut dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Dimana penerimaan CPNS dilakukan secara transparan, akuntable, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk itu, Hardiyanto menghimbau agar masyarakat tidak tergoda oleh ulah oknum yang mengiming-iming bisa membuat seseorang menjadi CPNS. “Kalau ada yang melakukan hal demikian, saya pastikan bahwa itu sebuah kebohongan. Saya mewanti-wanti masyarakat agar jangan sampai terjebak dalam tindak penipuan seperti itu,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.