Nasional

Dengan Tiga Rekomendasi Pengembangan UMKM, Lima Permasalahan Utama di UMKM akan Teratasi

Pipnews.co.id, Jakarta – Saat ini momentum pengarusutamaan ekonomi rakyat (UMKM) dalam pembangunan ekonomi nasional. Karena itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut baik dan mengapresiasi tiga rekomendasi bagi pengembangan UMKM di Indonesia, yang disampaikan Kementerian PPN/Bappenas.

Adapun ketiga rekomendasi tersebut adalah pengembangan UMKM di Indonesia yakni penguatan kelembagaan, program, dan Rancangan Peraturan Pelaksanaan (RPP) Mandat Undang-Undang Cipta Kerja.

“Kami menyambut baik 3 rekomendasi pengembangan UMKM di Indonesia, yang terdiri atas penguatan kelembagaan, program, dan Rancangan Peraturan Pelaksanaan (RPP) Mandat Undang-Undang Cipta Kerja,” tandasnya dalam keterangan persnya, di Jakarta, Jumat (20/2).

Teten menambahkan, bahwa rekomendasi dimaksud menekankan pentingnya penguatan peran KemenkopUKM, sebagai pemimpin/koordinator pelaksanaan program pengembangan UMKM di berbagai Kementerian/Lembaga, BUMN, swasta dan insentif bagi perusahaan yang bermitra.

Pertama, seperti adanya keringanan pajak, penguatan konsultan dan lembaga pendampingan UMKM, misalnya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM.

Selain itu imbuh Teten, ada pengembangan platform UMKM untuk menyediakan informasi program Pemerintah dan informasi pengembangan usaha, serta pengembangan inovasi pendanaan program dengan pelibatan filantropi.

Rekomendasi kedua dalam bentuk program, yakni replikasi kemitraan strategis. Berupa pengembangan UMKM yang didasarkan pada konsep rantai pasok atau rantai nilai dan pengembangan LIK (Lingkungan Industri Kecil) atau penyediaan ruang bersama bahan baku atau produksi bagi kelompok/sentra/kluster UMKM.

Kemudian perluasan PLUT atau penyediaan “expert pool” berisikan para pakar atau praktisi bisnis, misalnya para mantan CEO perusahaan, dosen, ahli koperasi, ahli hukum, untuk menjadi pelatih dan mentor bagi UMKM, perluasan akses pasar UMKM, pengembangan inovasi pembiayaan bagi UMKM, dan pengembangan UMKM berbasis tematik kewilayahan sesuai potensi wilayah.

Lalu rekomendasi ketiga, Rancangan Peraturan Pelaksanaan (RPP) Undang-Undang Cipta Kerja. Termasuk di dalamnya adalah perbaikan pendataan UMKM melalui basis data tunggal UMKM, perumusan kriteria UMKM, kemudahan izin usaha, pengelolaan terpadu UMKM, serta fasilitasi dan insentif kemitraan usaha.

Selanjutnya, partisipasi UMKM dan koperasi pada infrastruktur publik, fasilitasi pembiayaan dan insentif fiskal, perumusan Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi UMKM, fasilitasi bantuan hukum, fasilitasi pemanfaataan sistem pembukuan dan pencatatan keuangan, dan pengembangan inkubasi usaha.

“Saya sepakat, bahwa pengembangan UMKM di Indonesia terganjal setidaknya lima isu utama,” tegasnya.

Menurutnya kelima isu tersebut adalah, pertama, adanya perbedaan definisi UMKM antarlembaga serta belum adanya basis data yang terintegrasi. Kedua, jumlah UMKM yang besar belum seimbang dengan kontribusinya pada PDB. “Hal ini karena sebanyak 99% usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM, namun UMKM hanya berkontribusi 57% terhadap PDB,” tandasnya lagi.

Ketiga, rendahnya UMKM yang terjalin dalam kemitraan, termasuk berjejaring dalam rantai nilai global (global value chain). Diketahui sebanyak 93% UMK tidak menjalin kemitraan dan UMKM baru berkontribusi sebesar 14 persen terhadap total ekspor Indonesia.

Keempat, akses pembiayaan bagi UMKM masih rendah. Mengacu pada data KemenkopUKM pada 2019, diketahui sebanyak 88% UMK tidak memperoleh atau mengajukan kredit dan rasio kredit UMKM di perbankan terhadap total kredit perbankan 20 persen.

Kelima, rendahnya pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya, termasuk digitalisasi. Diketahui saat ini, sebanyak 94 persen UMK tidak menggunakan komputer dalam menjalankan usahanya, dan 90 persen UMK tidak menggunakan internet.

“Dengan adanya tiga rekomendasi pengembangan UMKM itu, kami yakin, lima isu utama yang ada diUMKM dapat teratasi,” pungkasnya. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button