Di Era Revolusi Industri 4.0 Koperasi Harus Siap Hadapi Kemajuan Teknologi

Pipnews.co.id, Jakarta – Koperasi sebagai badan usaha dituntut harus siap menghadapi kemajuan teknologi. Apalagi saat ini perkembangan teknologi sangat pesat sehingga ikut menggeluti di dalamnya menjadi suatu keniscayaan.

Terlebih kini dunia telah memasuki era industri 4.0, mau-tak mau siap atau tidak tetap dituntut menguasai agar tetap berada dalam pecaturan global. “Perlu diketahui di era revolusi industri 4.0 saat ini telah memunculkan dampak berupa disruptif teknologi dan disruptif ekonomi, dimana teknologi mulai mengganggu kemapanan industri besar incumbent,” ujar Plt Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Rully Nuryanto, saat peresmian Koperasi 5.0 Indonesia Corico, di Jakarta, Selasa (23/10).

Corico merupakan semacam rumah besar usaha bersama dalam tata kelola ekonomi rakyat milenial, yang berpusat di Korea. Dimana anggota Corico Korea ini sudah ribuan pengusaha menengah yang memiliki usaha ‘back to nature’ atau teknologi nano terbaru yang ke depan akan menggantikan produk-produk kimia yang merusak alam.

Rully menambahkan, saat ini besar kecilnya ukuran suatu perusahaan tidak lagi menentukan, survive nya suatu usaha. Namun kelincahan dalam mengikuti perkembangan teknologi yang akan membuat usaha mampu berkembang.

Semantara terkait dengan ekonomi kerakyatan yang diusung Corico, imbuh Rully, koperasi merupakan wadah yang palling cocok. Mengingat dalam koperasi ini bisa melibatkan banyak orang/masyarakat. “Setiap anggota koperasi bisa memberikan kesempatan seluas-luasnya pada anggota untuk mengaktualisasikan dirinya,” jelas Rully. 

Untuk itu Rully juga mengingatkan, koperasi itu akan maju kalau anggotanya mau betkomitmen pada koperasinya. Sebab kata dia, meskipun koperasi itu banyak memiliki usaha ritel, namun kalau anggotanya berbelanja ditempat lain, maka koperasi itu dipastikan tidak akan bisa berkembang.

Platform Online

Sementara Ketua Corico Indonesia, M Taufik menambahkan bahwa bentuk kerja sama antara Corico Korea dengan Corico Indonesia adalah dalam skema koperasi to koperasi, melalui platform Online Corico. “Transaksi antar anggota tidak perlu melalui pihak ketiga, jadi semudah transfer pulsa handphone,” jelas Taufik.

Taufik menambahkan, ke depan model seperti ini akan mengintegrasikan dan mengefisienkan bisnis-bisnis finansial, seperti produk-produk perbankan, bursa saham, trading forex, asuransi, trading komoditi berjangka dan sebagainya.

Demikian transaksi antar anggota lintas negara imbuh Taufik juga tak perlu memakai bank LC atau BG karena sama-sama memiliki Corico Wallet. “Makanya sistem ini dinamakan Koperasi to Koperasi. Ini memang belum diatur, namun tidak ada pelanggaran karena belum ada ketentuannya,”  pungkas Taufik.

Selain Rully dan Taufik sebagai pembicara, hadir pula Ketua Dewan Pengawas Corico Indonesia, Mayjen purn Saurip Kadi dan Ketua Corico Internasional Alex Park. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.