Empat Tahun Kinerja Jokowi-JK: Kemenkop dan UKM Catat Peningkatan Rasio Wirausaha

Pipnews.co.id, Jakarta – Empat tahun yang lalu pada 20 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI.

Sejak itu, keduanya bekerja bersama untuk pembangunan bangsa dan negara. Baik memperkuat daya saing dan kesejahteraan Indonesia hingga nama Indonesia dalam politik dan kompetisi regional maupun global.

Program kerja dan prioritas pembangunan pasangan Jokowi-JK sebanyak sembilan agenda tertuang dalam Nawa Cita yang pada dasarnya terdiri atas perlindungan dan pemberian rasa aman kepada segenap warga negara, pembangunan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, pembangunan Indonesia dari pinggiran  Maupun reformasi sistem dan penegakan hukum, peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan dan peningkatan kesejahteraan.

Dalam Nawa Cita tersebut juga termasuk tentang peningkatan produktivitas dan daya saing rakyat, pencapaian kemandirian ekonomi melalui sektor strategis ekonomi domestik, serta revolusi karakter bangsa dan memperteguh kebhineka tunggal ika.

Selain terus menciptakan dan meningkatkan lapangan kerja baru serta berupaya meningkatkan produktivitas masyarakat, pemerintah pun membangun budaya kewirausahaan Indonesia di seluruh wilayah.

Upaya-upaya yang dilakukan antara lain dengan terus memberikan bunga rendah Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM. Angkanya pun dari tahun ke tahun mengecil yakni 9 % pada 2016, dan 7% pada 2018. Selain itu, Jokowi juga sering menekankan kepada sejumlah perguruan tinggi untuk dapat membimbing usaha rintisan atau startup yang dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi.

Tak cukup sampai disitu pemerintah juga meminta perbankan untuk membantu  UKM  membangun “startup”.

” Di situ ada peluang yang sangat besar dalam menyalurkan kepada usaha-usaha kecil, usaha-usaha menengah yang semakin bergeser ke platform-platform digital. Menurut saya perbankan kita harus lebih proaktif membantu UKM kita untuk pindah ke platform digital. Arahkan mereka untuk pindah ke platform digital,” ujar sang Presiden Indonesia Joko Widodo

Melalui dukungan-dukungan tersebut, Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat peningkatan rasio wirausaha dari 1,55% pada 2014 menjadi 3,1% pada 2017. Tentu saja akses permodalan bagi UMKM dari perbankan mendukung peningkatan tersebut.

Menurut data Kemenkop dan UMKM, proporsi kredit UMKM terhadap total kredit pun meningkat sejak awal pemerintahan. Tercatat pada 2014 sebesar Rp671,72 triliun dan meningkat jadi Rp739,8 triliun pada 2015. Pada tahun 2016 naik lagi menjadi Rp781,91 triliun. (mas)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.