Enam Program Strategis UMKM dari Kemenkop dan UKM, segera Diimplementasikan

Pipnews.co.id, Jakarta – Ada enam program strategis UMKM yang segera diimplementasikan, sebagai upaya memperbaiki ekosistem bisnis bagi para pelaku UMKM di tanah air. Hal tersebut ditegaskan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki usai rapat terbatas, dengan topik pemberdayaan UMKM tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (09/12).

Menurutnya dalam upaya pengarusutamaan UMKM sebagai ekonomi nasional, Presiden meminta agar ekosistem UMKM ini diperbaiki. Keenam program strategis yang dibahas itu, diantaranya adalah jumlah tentang perluasan akses pasar produk dan jasa UMKM, termasuk proyek pembangunan infrastruktur juga harus diberikan kesempatan kepada UMKM menjadi bagian suplai dari pembangunan infrastruktur. “Termasuk belanja kementerian/lembaga dan BUMN agar memprioritaskan produk UMKM,” kata Teten Masduki.

Selanjutnya termasuk di dalamnya perluasan pasar UMKM melalui platform online, sekaligus ekspor yang perlu dibangun ekosistem berkelanjutan di dalamnya. Kemudian yang terkait akselerasi dan kemudahan pembiayaan mulai dari KUR, dimana Presiden meminta agar skema kredit untuk KUR dikaji kembali. “Selain KUR ada juga pembiayaan dana ventura. Lalu ada juga program Mekaar, jadi KUR akan diprioritaskan untuk yang kecil, sedangkan mikro akan difokuskan ke program Mekaar dan UMi di BUMN,” katanya lagi.

Sementara untuk usaha menengah dimungkinkan pembiayaan non-KUR termasuk dana ventura. Dalam skema pembiayaan ini, imbuh Teten, Presiden meminta OJK mendampingi. Termasuk porsi KUR mikro saja ada 63 juta pelaku yang diperkirakan sekitar 98,68%.

Kemudian poin yang ketiga, yakni terkait kemudahan dan kesempatan berusaha sehingga perlu diberikan fasilitas dan kemudahan perizinan dan pendukungnya. Hal keempat, terkait daya saing produk UMKM dimana Presiden meminta adanya peningkatan teknologi bagi para pelaku UMKM dengan permesinan modern.

Kelima terkait pengembangan kapasitas modern. Dan keenam soal konsolidasi semua program UMKM yang selama ini tersebar di 18 kementerian/lembaga dan dimintakan untuk dikoordinasi oleh Kementerian Koperasi dan UMKM dengan kebijakan satu pintu.

Menurut Menkop  dan UKM, sampai 2024 sejumlah hal terkait UMKM diharapkan semakin terukur pencapaiannya dan salah satunya ekspor yang meningkat. “Selain itu kontribusi terhadap PDB meningkat dan rasio kewirausahaan juga meningkat. Koperasi yang modern pun sama dan UMKM naik kelas meningkat,” harapnya.

Yang dimaksud UMKM naik kelas, yakni dari menengah ke besar. Ia menekankan akan fokus pada sektor riil atau produksi. Menurutnya sudah memverifikasi komoditas yang permintaannya sedang diminati pasar. “Kita akan fokus ke sektor unggulan termasuk juga suplai bahan bakunya. Kalau teknologi dan SDM itu input yang memang sedang ditambahkan. Namun intinya kita akan berbasis pada pengembangan UMKM dengan komoditas unggulan,” kata Teten lagi.

TerkaitIa problem UMKM menurutnya sangat variatif tergantung level. Di sektor mikro karena sebagian besar “unbankable” maka biasanya mereka kesulitan akses pembiayaan. Kemudian kemampuan usaha dalam produksi dan kemasan, serta akses pasar. Jadi tergantung levelnya. “Kalau secara umum problem di UMKM terutama akses pasar, pembiayaan, kualitas produksi, dan kemampuan pengembangan usaha,” jelasnya.

Sehingga kata Teten, menjadi penting upaya pendampingan untuk sektor mikro dan kecil dari sisi produksi, pendampingan teknis untuk mencari modal, memulai usaha, produksi, hingga mendapatkan sertifikat. Lanjut dia, Presiden Jokowi juga ingin agar UMKM diberikan akses untuk memasarkan produknya di Rest Area di jalur tol strategis.

“Biasanya pembangunan tol akan mematikan UMKM di jalur konvensional. Ketika ada jalur tol, maka restoran dan toko suvenir dan oleh-oleh itu mati. Presiden minta supaya UMKM lokal diberi akses jualan di rest area,” katanya.

Pihaknya pun akan melakukan kurasi produk unggulan UMKM agar produk mereka bisa dipasarkan di rest area hingga ke mall-mall yang strategis. “Jadi mall juga sudah harus mulai berani di daerah premiumnya, di lokasi premium, untuk berani menerima brand lokal yang tak kalah kualitasnya dengan brand asing,” pungkasnya. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.