Nasional

Gemakopin Deklarasikan Dukung Capres/Cawapres yang Akan Kembalikan Koperasi pada Khitohnya, yakni Konstitusi Pasal 33 UUD 1945

Pipnes.co.id, Cipacing-Bandung – Gemakopin (Gerakan Masyarakat Koperasi Indonesia) telah bulat menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden/wakil presiden (capres/cawapres). Dukungan tersebut telah dideklarasikan bertempat di Rumah Makan Sunda di daerah Jatinangor, Sumedang, diberikan kepada cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno.

Para peserta deklarasi dan simpatisan yang mencapai ratusan orang itu, membuat ruangan dan halaman rumah makan yang luas itu seolah menjadi sempit. Mereka memenuhi halaman dan meluber hingga ke pinggir jalan raya Cileunyi arah Tasikmalaya.

Ahmad Sehu Ketua Gemakopin di hadapan peserta deklarasi yang didominasi Sarjana Koperasi, penggiat koperasi dan emak-emak menyampaikan, bahwa organisasi yang dipimpinnya, merupakan wadah para profesional dan penggiat koperasi dan tersebar di berbagai koperasi di Indonesia (152.282 unit) dengan Jumlah anggota 26,8 juta jiwa ini, sangat potensial menjadi captive suaranya Prabowo sandi. “Para anggota Gemakopin akan sepenuh hati mempengaruhi para anggota koperasi masing-masing, hingga Prabowo Sandi Menjadi Presiden dan Wakil Presiden,” tegasnya Rabu (23/1).

Adapun Sandiaga Uno dalam orasinya menyatakan, bahwa Koperasi adalah sistem ekonomi Konstitusi, namun dalam implementasi nya kurang maksimal, karena ada beberapa hal yang kurang tepat dan lemahnya dukungan riil dari Pemerintah. Makanya kelak jika diberikan kesempatan memimpin akan dipadukan/direvitalisasi dengan program Oke Oce dan pendekatan bisnis modern.

Sementara itu Burhanuddin Abdullah mantan Menko Perekonomian & Gubernur BI turut menyampaikan pendapatnya , bahwa koperasi perlu pendekatan milenial dan harus mampu merubah diri. “Prabowo Sandi sangat paham betul bagaimana menjadikan koperasi sebagai sistem ekonomi Rakyat,” ujarnya.

Acara makin menarik dengan dibacakannya deklarasi yang berisi semacam kontrak politik. Puncaknya adalah keharuan tatkala peserta deklarasi harus antri sampaikan donasi, yang terlihat nominal dari 50 ribu hingga jutaan dalam amplop tipis, terlihat pula uangnya ada yang baru namun banyaknya agak lecek.

Hal menarik lainnya adalah seseorang yang disebut dalam sambutan Sandi dan turut menandatangani Naskah Deklarasi, yakni Mohamad Sukri. Menurut Sukri, hal ini merupakan sebuah terobosan dari kebuntuan atas implementasi sistem ekonomi yang diamanatkan konstitusi. Menurutnya anggota Gemakopin yang mayoritas Sarjana Koperasi, mengharapkan perubahan yang mendasar untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur itu, secara sungguh-sungguh bukan hanya slogan politik yang selalu hadir di tiap kontestasi politik di semua tingkatan.

Sukri yang berlatar belakang pendidikan S1 & S2 koperasi, dan kini sedang menuntaskan disertasinya tentang Ekonomi Konstitusi Indonesia, juga menyampaikan alasan kenapa memilih pasangan capres/cawapres nomor urut 02. Menurutnya Prabowo Sandi yang mengusung Masyarakat Adil Makmur ini, sejalan dengan arah Gemakopin yang ingin memerdekakan ekonomi Indonesia.

“Kami beranggapan ekonomi rakyat terbelakang karena Implementasinya melenceng dari konstitusi dari dulu hingga kini. Pasal 33 seakan-akan menjadi beban konstitusi hingga sering ada upaya mengeliminasi maksud dan tujuan pasal ini oleh para kapitalis, dengan mengemas melalui titipan berbagai kebijakan. Contohnya BRI, dulunya adalah Bank Koperasi, bernama BKTN (Bank Koperasi Tani & Nelayan), Bank Bukopin “dipaksa” merubah diri menjadi bank kapitalis, Perusahaan Penjaminan yang kini dikuasai Negara serta masih ada contoh contoh lainnya,” papar Sukri yang menjabat juga sebagai Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren).

Sukri menambahkan, para kapitalis kerap menggunakan para pengamat ekonomi untuk mengganggu pemurnian koperasi sebagai ekonomi konstitusi, agar pemerintah terpengaruh dan mengeluarkan kebijakan yang merugikan koperasi, bahkan mematikan ekonomi rakyat namun dicitrakan membantu membangun ekonomi rakyat.

Menyinggung kenapa ada usulan IKOPIN (Institut Koperasi Indonesia) menjadi Perguruan Tinggi Negeri, karena terjadi ketimpangan. Menurutnya hampir semua bidang yang diatur konstitusi hingga yang belum diatur, Negara dan Pemerintah telah hadir dan turut andil mendirikan hingga membantu memfasilitasi pembiayaannya, misalnya di bidang Militer ada Akmil dan berbagai lembaga lainnya.

Di Kementerian Dalam Negeri ada APDN/ STPDN dsb, demikian di Kementerian Sosial, Perhubungan, Pertanian sampai Kementerian Seni Budaya pun ada Sekolah Tari, dsb. Kenapa koperasi jelas jelas ada dalam konstitusi dan hampir dipastikan mayoritas ekonomi rakyat berhimpun di koperasi kenapa tidak ada. “Semestinya pemerintah dan negara harus hadir dan bertanggung jawab demi keberpihakan nya pada rakyat. Akibat kekurangan Sarjana Koperasi di berbagai instansi pemerintah, Dinas Koperasi diisi oleh orang yang kurang, bahkan tidak memahami koperasi dan dipaksa menjadi pembina, bahkan di beberapa daerah instansi koperasi itu seakan-akan menjadi tempat terakhir dan dijadikan semacam “buangan”, ini yang akan kami kawal dengan Prabowo Sandi Kelak” papar Sukri yang juga sebagai Pengawas Yayasan Pendidikan Koperasi- IKOPIN.

Dalam naskah deklarasi juga disinggung tentang Kementerian Koperasi, dimana arah dan maksudnya dipertanyakan. “Ngurus koperasi itu harus serius dan diserahkan pada ahlinya, janganlah pos kabinetnya itu menjadi alat bergaining Parpol Koalisi, sebaiknya dari gerakan koperasi dan berpendidikan koperasi. Kasihan rakyat yang wadah ekonominya tidak berdaya, karena belum tepat nya arah kebijakan dan pembinaan terkesan seadanya, bahkan maaf kabinet yang menangani koperasi setahu saya kelas 3, artinya tidak dianggap penting oleh pemerintah. Mestinya menjadi kementerian teknis,” tukas Mohamad Sukri yang juga didapuk sebagai Dewan Pengawas KS212.

Akhirnya penandatangan deklarasi bersama Ketua Gemakopin ini pun mengaku tidak ada bargaining menjadi bagian dari kabinet kelak. “Kalau urusan itu serahkan pada ahlinya. Artinya banyak yang pintar koperasi, jadi gak mesti saya,” pungkas Wakil Ketua Umum DEKOPIN ini diplomatis. (MS/Awes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button