Guna Mendorong Konglomerasi Sosial Sudah Saatnya Sistem Spint Off Dilakukan

pipnews.co.id, Pontianak – Praktik spin off atau pemekaran usaha koperasi dinilai perlu dilakukan sebagai upaya untuk mendorong konglomerasi sosial melalui wadah koperasi. Demikian ditegaskan Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (Akses) Suroto, di Pontinak. Menurutnya upaya pemekaran (spin off) koperasi perlu dilakukan, khususnya bagi koperasi-koperasi yang selama ini berkutat di sektor keuangan. “Spin off koperasi jasa keuangan ke sektor riil mendorong terwujudnya konglomerasi sosial,” katanya.

Ia menambahkan, apalagi Indonesia sebagian besar koperasi bergerak di sektor jasa keuangan atau usaha simpan pinjam. Maka daerah yang jumlah koperasi simpan pinjam atau yang juga lazim disebut koperasi kredit terbesar dan terbanyak misalnya di Kalimantan Barat. Jadi, imbuh Suroto tepat kalau Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Barat menggelar acara diskusi yang menghadirkan para pengurus koperasi kredit dan menghadirkan pakar perkoperasian. Ia pun menilai emang sudah saatnya koperasi-koperasi kredit yang selama ini menguasai sektor jasa keuangan di Kalbar melakukan spin off untuk membentuk konglomerasi sosial.

Pada kesempatan itu hadir Mikael, Ketua Koperasi Keling Kumang Group, M Farid dari Universitas Tanjungpura, dan Resmi Guno dari Dinas Koperasi dan UKM Kalbar. Sebanyak 40 peserta hadir dari perwakilan pengurus koperasi yang berpotensi melakukan pemekaran usaha dan para stakeholder terkait. Dalam diskusi itu dibahas sejumlah hal diantaranya soal kerangka hukum dari proses pemekaran tersebut. “Koperasi juga harus paham bagaimana konsep dan alasan pemekaran koperasi simpan pinjam ke berbagai sektor. Strategi dan kendala awal banyak yang akan mereka hadapi,” katanya.

Sementara Mikael Ketua KKG mengatakan, selama ini Koperasi Kredit Keling Kumang telah melakukan pemekaran dengan membentuk koperasi di sektor lain dan lembaga-lembaga lainnya dalam naungan group atau holding. Menurutnya sudah membentuk 4 koperasi, 4 lembaga lain, dan dua yayasan yang bergerak di sektor ritel, pertanian, kontraktor, perhotelan dan pendidikan.

Sedangkan M Hamid dari Untan memaparkan kerangka teori dari pengembangan koperasi melalui strategi pemekaran membentuk group. Adapun Resmi Guno memaparkan tentang prosedur dan tatalaksana hukumnya dalam proses pemekaran dilakukan. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.