Pulihkan Ekonomi di Daerah Bencana, Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Ketrampilan

Pipnews.co.id, Jakarta – Indonesia yang belakangan ini dirundung bencana alam, cukup banyak mendapat perhatian berbagai pihak. Seluruh masyarakat Indonesia ikut merasakan dampak tersebut. Mereka bahu-membahu membantu meringankan beban dengan caranya masing-masing. Antar instansi pemerintah sibuk ikut melakukan upaya pemulihan tersebut. Bahkan masyarakat dunia maupun pemerintahannya juga ikut peduli memberikan bantuan.

Salah satu institusi pemerintah yang telah memberikan bantuan dan terus menjalankan perannya, yakni Kementerian Koperasi dan UKM. Instansi pimpinan AAGN Puspayoga ini, seperti dijelaskan Rully Nuryanto, selaku Plt Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, bahwa sepanjang 2018, pihaknya telah melakukan peran tersebut dengan memberikan pelatihan ketrampilan (vocational) di 8 wilayah terdampak bencana.

Daearah-daerah tersebut antara lain, Kabupaten Pacitan benrdampak benana (banjir), Tasikmalaya (gempa), Garut (banjir), Lombok Timur (banjir bandang), Bireuen,Aceh (gempa), Karangasem dan Bangli, Bali (gunung meletus) dan Kabupaten Gunung Kidul (banjir). Jumlah total peserta yang dilatih tersebut sebanyak 240 orang.

“Kami dalam hal ini telah melakukan tugas sesuai dengan PP No 21/2008 tentang Penanggulangan Bencana, dan peran Kemenkop UKM lebih kepada upaya pemulihan sosial, ekonomi, dan budaya, melalui pembinaan kemampuan keterampilan masyarakat yang terkena bencana,” jelas Rully kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/10).

Dia menambahkan, materi pelatihan vocational itu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat dan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Semisal di Pacitan pelatihan vocational bidang olahan pisang dan emping jagung, di Tasikmalaya bidang rias dan tata boga, di Garut bidang tata rias dan pengolahan makanan, di Lombok Timur bidang pembuatan terasi dan kue kering, di Bireuen bidang perbengkelan sepeda motor dan tata boga, di Karangasem bidang penyulingan minyak wangi dan dupa serta packaging, di Bangli bidang kerajinan anyaman bambu, dan di Gunung Kidul bidang kue kering dan kue basah.

Masih jelas Rully, dalam rangka percepatan pemulihan pasca bencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB), pihaknya sudah menggelar pelatihan vocational dengan peserta sebanyak 60 orang. “Sedangkan kegiatan pelatihan terpadu seperti pelatihan kewirausahaan, perkoperasian, dan vocational, yang bekerjasama dengan Dekranas dan PKK yang sedianya dilaksanakan pada 8 Oktober 2018 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, diundur pelaksanaannya mengingat kondisi Kota Palu pasca bencana dan tsunami masih belum kondusif. Karena, bantuan yang lebih diperlukan dalam hal logistik, medis, dan perbaikan infrastruktur yang rusak”, ungkap Rully.

Unuk periode 2019, kata Rully pihaknya tetap fokus dan sudah menetapkan program pelatihan vocational di daerah pasca bencana. Diantaranya, Kabupaten Karo, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Kota Mataram, Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, dengan total peserta sebanyak 330 orang.

Selain program pelatihan di wilayah terdampak bencana, pada 2018 ini Kemenkop UKM juga sudah menggelar program pelatihan vocational di daerah perbatasan dan daerah tertinggal. Khusus di daerah perbatasan, kata Rully bekerjasama dengan Badan Nasional Pengelola Daerah Perbatasan (BNPDP), Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Dinas Koperasi UKM yang ada di wilayah perbatasan.

Terkait pelatihan vocational di daerah tertinggal, sebut Rully, berdasarkan Perpres No 131/2015 tentang penetapan daerah tertinggal 2015-2019, sebanyak 122 kabupaten di 23 provinsi. Adapun progran pelatihan itu telah digelar di 13 kabupaten, yakni Bondowoso, Sorong, Raja Ampat, Gorontalo Utara, Boalemo, Sigi, Bima, Banggai Kepulauan, Nias Utara, Lombok Barat, Situbondo, Seluma, dan Halmahera Selatan. “Materi pelatihan selain menjadi kebutuhan dan potensi masyarakat setempat, juga diharapkan bermanfaat bagi masyarakat disana untuk bisa memulai sebuah usaha,” jelas Rully.

Khusus untuk provinsi Papua dan Papua Barat, Kemenkop UKM telah melakukan prlatihan vocational, kewirausahaan hingga pelatihan perkoperasian. “Di sana kita memiliki tugas dalam peningkatan keterampilan berwirausaha untuk orang asli Papua dan kewirausahaan mama-mama Papua,” pungkasnya. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.