Nasional

IKA ITS Sumbang 1.000 Paket Sembako untuk UMKM Terdampak Covid-19 melalui Kementerian Koperasi dan UKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Ikatan Keluarga Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Surabaya, sebagai sahabat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), telah ikut merasakan kesulitan yang dihadapinya. Untuk itu mereka memberikan bantuan berupa 1.000 paket sembako untuk pelaku UMKM. Bantuan tersebut diberikan melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) selanjutnya didistribusikan kepada bagi mereka yang terdampak pandemi virus Corona (Covid-19).

Tepatnya paket sembako ini diserahkan oleh Ketua Bidang Kebudayaan dan Kebangsaan IKA ITS, Bambang Joedopramono, melalui Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan, di Jakarta Jumat (22/5). Selanjutnya secara símbolis paket sembako tersebut diserah-terimakan dari Ketua Umum IKA ITS Sutopo Kristanto, kepada Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di Lobby Kantor Kemenkop dan UKM. “Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Ikatan Alumni ITS. Sebagian besar UMKM terganggu kegiatan usahanya, bahkan banyak yang kehilangan pendapatan,” ungkap Teten pada acara serah terima bantuan tersebut.

Kemenkop dan UKM juga membuka diri bagi pihak-pihak lainnya yang ingin memberikan bantuan kepada sektor usaha UMKM, yang terdampak besar akibat pandemi Covid-19. “Kami terbuka terhadap tawaran dari pihak-pihak yang berniat menyalurkan bantuan, terutama untuk usaha UMKM yang sebagian besar terdampak,” tandasnya lagi.

Selain paket sembako, Teten juga menyatakan pihaknya menerima bantuan berupa 200 ribu masker kain non-medis, untuk disalurkan kepada para pedagang kuliner dan pedagang kecil lainnya yang harus tetap beroperasi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta. “Kami juga terima bantuan sebanyak 200 ribu masker, dan akan bertambah lagi hingga mencapai sejumlah 400 ribu. Di banyak negara, masker kain dianggap efektif untuk mencegah penularan. Masker ini kita bagikan kepada pedagang kuliner dan pedagang kecil, karena selama PSBB mereka tetap beraktivitas di jalanan,” tambahnya.

Teten menegaskan, sesuai dengan surat edaran KPK, semua bantuan yang diterima oleh Kemenkop dan  UKM akan tercatat. Mulai dari penerimaan hingga distribusi, agar tidak timbul gratifikasi. Ia juga mengakui pemerintah tidak bisa sendirian dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19, karena yang terdampak sangat masif, sementara anggaran pemerintah terbatas. “Semua bantuan akan dicatat, penting dilakukan sesuai Surat Edaran KPK. Setiap bantuan dicatat, dari saat menerima hingga distribusi. Pemerintah tidak bisa sendirian mengatasi dampak pandemi Covid-19. Sebanyak 35 persen anggaran sudah ditarik oleh Kementerian Keuangan untuk difokuskan pada bansos dan stimulus ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umun IKA ITS Sutopo Kristanto mengatakan, pihaknya terpanggil untuk memberikan bantuan kepada pelaku UMKM karena kedekatan alumni ITS dengan UMKM. “IKA ITS sangat dekat dengan UMKM akibat pandemi. Kami merasa terpanggil untuk memberikan bantuan bagi mereka,” katanya.

Menurutnya, paket bantuan sembako disalurkan untuk pelaku UMKM yang terdampak di Jabodetabek dan Jawa Timur, termasuk juga buku panduan mengenai sosialisasi cara agar terhindar dari penularan Covid-19.  Selain itu, dalam masa pandemi ini, ITS dan alumni ITS telah melakukan banyak hal. Diantaranya melakukan riset unggulan, membuat hand sanitizer dan masker, melakukan tes emergency ventilator, hingga membuat Robot Raisa (Robot Assistant ITS) yang dapat membantu tenaga kesehatan meminimalkan interaksi langsung dalam menangani pasien Covid-19, sehingga dapat mengurangi potensi penularan Covid-19 kepada tenaga medis. “Dapat saya laporkan bahwa IKA ITS telah melakukan beberapa hal selama pandemi Covid-19. Antara lain memproduksi riset unggulan, hand sanitizer, masker, termasuk Raisa yang termasuk produk unggulan riset nasional yang baru diresmikan Presiden Jokowi,” tegasnya.

Usai serah terima bantuan, Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan mendistribusikan secara langsung paket sembako kepada para pelaku UMKM di lingkungan Kemenkop dan UKM. (Slamet AW).

admin

Eko Priyanto lahir di kota Wonosobo 27 April 1982, Alumni Sistem Informasi disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dan memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom). Memulai mengenal pemograman website sejak tahun 2007 hingga sekarang. Saat ini fokus sebagai profesional Web Design dan menjadi penulis dibeberapa blog tutorial miliknya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button