Nasional

Ini Dia Empat Syarat Jadi Bank Jangkar yang Akan Ditugasi Merestrukturisasi Kredit UMKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan apabila nanti Bank Jangkar.(Anchor) sudah terbentuk atau ditunjuk dan kemudian pemerintah menempatkan dananya di sana, itu bukan dimaksud untuk membantu menyehatkan likuiditas atau membantu memperbessr permodalan bank jangkar dimaksud. Itu keliru.

Lantas  untuk apa. “Itu dananya semata mata dipergunakan untuk merestrukturisasi kembali kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang jumlahnya puluhan ribu telah terpuruk akibat terdampak virus Corona alias Covid-19. Jadi dana itu digunakan untuk membantu modal bagaimana supaya usaha UMKM terdampak bisa bangkit kembali setelah Corona berlalu,” kata Sri Mulyani, di Jakarta (19/5).

Sri Mulyani menambahkan, penempatan dana pemerintah diperbankan bertujuan untuk mendukung langkah langkah restrukturisasi kredit UMKM dan mendukung perbankan serta lembaga pembiayaan untuk bisa memberikan kredit modal kerja baru agar UMKM.bangkit kembali. “Sri menekankan bahwa perihal penempatan dana pemerintah, bukanlah merupakan penyangga untuk membantu likuiditas perbankan, karena itu adalah tugas Bank Indonesia (BI). “Tugas pengawasam Bank ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tugas penjaminan di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jadi pemerintsh tidak mengambil alih, karena tugas masing-masing lembaga dilakukan sesuai mandat Undang Undang lembaga tersebut yang kebetulan keempatnya adalah komponen KSSK,” jelasnya.

Adapun cara pemerintah menempatkan dana untuk restrukturisasi dan normalisasi kredit modal kerja bagi UMKM adalah, pertama OJK akan memberi persetujuan mengenai bank yang berhak menjadi atau memenuhi syarat menjadi bank peserta sesuai PP 23/2020. Bank tersebut memiliki tingkat kesehatan dan mayoritas.kepemilikan Indonesia, jumlah aset terbesar. Kedua, bank pelaksana atau.bank yang membutuhkan akan menyampaikan proposal penempatan dana kepada bank peserta. Proposal ini basisnya restrukturisasi yang dilakukan bank pelaksana terhadap kredit kredit UMKM,  jumlah dsna yang dibutuhkan, tenor srrts kondisi likuiditad dan posisi kepemilikan surat berharga. “Ini dilakukan untuk bank pelaksana mendapatkan penempstan dana pemerintah melalui bank perantara,” kata Sri Mulyani.

Ketiga, manajemen dan pemegang saham pengendali bank pelaksana akan menjamin kebenaran dan akurasi proposal penempatan dana. Jika bank peserta juga bertindak sebagai bank pelaksana, mereka juga perlu melakukan hal yang sama. Keempat, bank peserta sesudah melakukan penelitian proposal bank pelaksana, dapat menggunakan SPV untuk melakukan penelitian termasuk verifikasi jaminan, administrasi jaminan penagihan dan collection dalam hal terjadi kredit macet bank pelaksana. Ini bertujuan agar bank peserta jika menggunakan SPV, tidak mengalami resiko langsung terkena atas kpndisi bank pelaksana.

Berdasarkan penelitian propodal tersebut, baik melalui SPV dan di bank peserta, maka bank peserta melakukan pengajuan penempatan dana ke Kementerian Keuangan. Selanjutnya Kementerian Keuangan akan meminta hasil asesmen OJK terhadap status kesehatan bank pelsksana dan informasi jumlah surat berharga yang belum di-repokan dan kebutuhan dan  a restrukturisasi UMKM tersebut.

Selanjutnya Kemenkeu akan menempatkan dana di bank peserta berdasarkan assemen OJK dan proposal yang disampaikan bank peserta kepada pemerontah sesuai persyaratan PP 23/2020 pasal 11 ayat 4. Peserta atau SPV yang ditunjuk melakukan penyaluran dana kepada.bank pelaksana yang memerlukan dukungan dana restrukturisasi.

Bank pelaksana menggunakan.dana untuk menunjang restrukturisasi kredit dan.modal kerja bagi UMKM. LPS menjamin dana pemerintah yang ditempatkan di bank peserta. Potensi kerugian dana negara apabila dana hilang, menjadi tidak ada karena dijamin LPS. Dalam hal bank pelaksana tidak bisa memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo, maka Bank Indonesia dapat.mendebit rekening giro bank pelaksana untuk pembayaran kembali kepada bank peserta. BPKP, OJK dan LPS akan.melakukan pengawasan di bank peserta dan bank pelaksana. (Yan),

admin

Eko Priyanto lahir di kota Wonosobo 27 April 1982, Alumni Sistem Informasi disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dan memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom). Memulai mengenal pemograman website sejak tahun 2007 hingga sekarang. Saat ini fokus sebagai profesional Web Design dan menjadi penulis dibeberapa blog tutorial miliknya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button