Instansi Pemerintah Belanja Produk UMKM Terus Dikampanyekan Menkop dan UKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara webinar yang bertemakan “Bersatu Bangkit Bela Pengadaan” yang digelar LKPP di Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Selasa (27/10),  akan terus mendorong instansi pemerintah termasuk Kementerian/Lembaga, Pemda, dan BUMN untuk berbelanja produk UMKM.

UMKM terdampak pandemi Covid-19 sehingga perlu mengefektifkan belanja pemerintah, lembaga, BUMN, termasuk pemerintah daerah untuk berbelanja produk UMKM,” kata

Untuk mendukung hal tersebut, Teten menegaskan bahwa pihaknya kini telah menghadirkan beberapa program sebagai bentuk pendampingan transformasi digital UMKM seperti EDUKUKM.ID, yaitu Program ​e-learning atau pelatihan daring secara gratis dan bisa diakses melalui www.edukukm.id.

Selain itu Seri Podcast 60 detik untuk memandu UMKM ​shifting ​ke model bisnis digital (diakses di kanal media sosial @kemenkopukm), Seri Webinar SPARC Campus (diakses di SMESCO). Seri video bertema New Normal/Adaptasi Kebiasaan Baru (diakses di kanal media sosial @kemenkopukm), dan Seri pelatihan daring terintegrasi program SPARC Campus (diakses di SMESCO). Ada pula Kakak Asuh UMKM yang merupakan pelatihan khusus untuk umum agar dapat menjadi ​digital marketers ​untuk membantu penjualan UMKM khususnya di ​e-commerce ​(diakses di SMESCO)​.

Selain itu kata Teten, pihaknya juga melakukan intervensi di sisi hilir atau perluasan pasar dilakukan dengan menyertakan UMKM dalam platform digital belanja barang dan jasa pemerintah serta BUMN.

Dalam hal ini imbuh dia, KemenkopUKM telah bekerjasama dengan LKPP, untuk menghadirkan ​Laman UMKM & BeLa Pengadaan untuk tersebut, serta melakukan pendampingan/pelatihan bagi UMKM untuk dapat hadir dalam platform ini. “Bersama Kementerian BUMN kami memastikan untuk belanja barang dan jasa di bawah nilai Rp14 miliar agar UMKM dapat ikut serta melalui ​Pasar Digital UMKM,” katanya.

Masih ditambahkan Teten, pihaknya juga melakukan onboarding digitalisasi UMKM di daerah-daerah, dengan memanfaatkan katalog digital/​e-brochure. Sebagai upaya menghadirkan UMKM lokal yang menjadi Local Heroes dengan memiliki karakteristik mengungkit dan menginspirasi. Memberdayakan dan berdampak secara sosial dan ekonomi serta memiliki brand yang kuat. Selain itu dapat bertindak sebagai offtaker dan mengagregasi proses bisnis UMKM yang dinaungi.

“Kami juga menghadirkan program UKM Award. Dimana diprogram ini menurut Teten, sebagai upaya kurasi dan pencarian brand-brand terbaik dari masing-masing daerah yang memiliki potensi besar menjadi Local Heroes UMKM,” tandasnya.

Dalam UKM Award 2020  lanjut Teten, ada 5 kategori penghargaan, yaitu Fesyen & Apparel, Jasa, Kuliner, Makanan & Minuman Kemasan, Produk Kosmetik & Spa serta UMKM terbaik dari daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar ( 3T).

Di samping itu melakukan inovasi dalam ekosistem digital juga terus digalakkan, salah satunya dengan program ​Pahlawan Digital ​yang menghadirkan perusahaan rintisan lokal yang menjadi inovator solusi teknologi dan membantu kegiatan usaha UMKM. Teten juga menegaskan pentingnya penyederhanaan proses registrasi (marketplace dan e-katalog) dan penambahan mitra marketplace utamanya yang dapat menjangkau daerah.

Kemudian ada program Pelatihan dan pendampingan intensif untuk penyedia UMKM secara langsung (ToT untuk Pendamping), serta penerbitan regulasi KKP untuk pemerintah daerah yang juga mendesak dilakukan.

Teten menambahkan, hal lain yang perlu dilakukan yakni sosialisasi atau training kepada seluruh stakeholder yang bertanggung jawab, atas pengadaan barang dan jasa terkait implementasi aplikasi baru (Bela Pengadaan). Juga sosialisasi kepada Inspektorat/ Bagian Keuangan, BPK, KPK, dan BPKP terkait implementasi pengadaan secara elektronik/ digital. “Perlu diterbitkan instruksi dari masing-masing kepala daerah terkait implementasi pengadaan untuk Koperasi UMKM,” pungkasnya. (Esawe).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.