Jadi Ketua Baru, Yudianto Bertekad Menjadikan INKOPPAS sebagai APEX untuk Koperasi Pedagang Pasar

Pipnews.co.id, Jakarta – Ketua Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) yang baru Yudianto Tri bertekad menjadikan Inkoppas sebagai Apex atau ‘BANK INDONESIA’nya koperasi-koperasi pedagang pasar (KOPPAS) untuk mewujudkan kemandirian permodalan bagi Koperasi, khususnya dalam pengelolaan risiko likuiditas.

“INKOPPAS bertugas menjaga likuiditas Koppas-Koppas agar dapat memenuhi kewajibannya kepada pihak ketiga dan Apex bertujuan memperkuat permodalan koppas-koppas sehingga pedagang pasar sebagai anggota koppas akan memiliki back-up keuangan dalam menjalankan usaha distribusi kebutuhan bahan pokok,” ujar Yudianto Tri, Kamis (15/7/2021) dalam keterangannya pada pipnews.co.id.

Pada tanggal 3 – 4 Juli 2021 yang lalu di Jakarta, Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) yang merupakan sekunder koperasi dari koperasi-koperasi pedagang pasar menyelenggarakan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang intinya untuk melakukan penataan dan konsolidasi kelembagaan dan usaha INKOPPAS. Salah satu hasil RALB itu adalah penggantian Ketua Inkoppas dari Ferry Juliantono kepada Yudianto Tri yang akan memimpin hingga selesainya masa bhakti kepengurusan tahun 2023.

Dilihat dari potensinya, koperasi pedagang pasar (koppas) memiliki peluang dan prospek besar bagi tumbuhnya perekonomian daerah maupun nasional dengan pedagang pasar sebagai ujung tombaknya. Namun, seperti lembaga usaha lainnya, kendala besar bagi Koppas adalah terkait permodalan. Maka untuk pengembangan usaha, model apex (pengayom) dirasa tepat bagi koperasi, termasuk Koppas, untuk membantu permodalan anggota.

“Tekad kami bahwa Inkoppas akan menjadi Apex nya koppas dan tagline’nya adalah Menuju Koperasi Pasar yang modern setara Bank” ujar Yudianto Tri yang juga aktif di Kadin dan Dekopin.

Untuk mewujudkan Inkoppas sebagai Apex atau ‘Bank Indonesia’nya koppas, maka langkah yang pertama dilakukan adalah memodernisasi Koppas dengan mendorong Koppas memasuki layanan digital. Tata kelola Koppas menggunakan sistem informasi online dalam melayani anggotanya.

“Layanan kepada pedagang pasar menggunakan aplikasi digital berbasis android dan IOS menggunakan smartphone yang aplikasinya masih dalam pilot projects. Pedagang sudah tidak direpotkan oleh kebutuhan untuk tarik, setor, pindah buku, transfer karena berpindah menggunakan aplikasi digital tersebut,” kata Yudianto Tri.

Pedagang dengan mudah dapat membayar kewajiban seperti retribusi, angsuran kios, service charge pasar dan lain-lain. Bahkan untuk membayar listrik, telepon, dan berbagai tagihan lain sistem digital Inkoppas sudah bisa menjadi payment point.

Menurut Yudianto Tri, pedagang pasar harus melakukan shifting cara mengelola keuangan dengan menggunakan sistem digital yang tengah dikembangkan, diharapkan akan meningkatkan volume usaha pedagang itu sendiri yang tentunya juga akan berimbas positif kepada koperasinya.

“Sehingga dalam ekosistem pedagang pasar akan terbentuk big data yang menyajikan shopping list bagi mitra lembaga keuangan manakala akan memberikan pinjaman dana, atau menyajikan data kebutuhan barang untuk prinsipal, produsen dan pabrikan manakala akan memasok barang di pasar,” tambah Yudianto Tri.

Tantangan Koperasi khususnya Koperasi Pedagang Pasar (KOPPAS) di era saat ini adalah: lambatnya Koppas-Koppas dalam mengadaptasi Revolusi Industri 4.0 sehingga menyebabkan makin terdesaknya Koppas oleh serbuan lembaga keuangan lain yang telah menerapkan teknologi digital dan metode pelayanan cepat dan mudah. Apalagi saat ini, koppas juga dihadapkan oleh situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada surutnya usaha pedagang pasar yang menyebabkan terganggunya cashflow pedagang.

“Apex sangat penting untuk direalisasikan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan pedagang pasar. Di era tekhnologi 4.0 ini, maka mau tidak mau juga harus diimbangi dengan fintech dan Inkoppas bertekad untuk mengembangkan sistem digital lengkap yang terintegrasi dengan sistem pembayaran untuk membantu konsumen dan pedagang berdagang secara cashless/nontunai ” kata Yudi.

Tantangan yang lain adalah koppas dituntut untuk mendukung usaha pedagang dalam menyediakan dan menstabilkan kebutuhan bahan pokok agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani dan tercipta stabilitas pangan.

“Kami akan bersinergi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, khususnya bagi anggota kami koppas-koppas dan para pedagang pasar dalam melayani ketersediaan dan stabilnya kebutuhan pokok untuk masyarakat” tandas Yudianto Tri, (red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.