Kader Koperasi Diharapkan Mampu Beri Rekomendasi dan Rencana Aksi

Pipnews.co.id, Bandung 30 Juli 2018

Kementerian Koperasi dan UKM berharap kader pengelola koperasi mampu memberikan rekomendasi dan rencana aksi bagi perkembangan koperasi di Tanah Air. Hal itu dikatakan Plt Deputi Bidang Pengembangan SDM, Rully Nuryanto saat membuka “Pelatihan Perkoperasian bagi Kader Koperasi di bandung (25/7).

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Hj Dudi Sudrajat Abdulrachim dan Pembantu Rektor I Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) Sugiyanto, serta 350 orang kader koperasi peserta pelatihan.
Pelatihan berlangsung selama 3 hari (25-27 Juli 2018) dan dilanjutkan dengan magang/praktek lapangan selama 10 hari di 20 koperasi yang tersebar di Kabupaten Bandung, Kab Kuningan, Kab Tasikmalaya dan Kab Garut. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM dengan kampus Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN).

Rully menekankan agar para kader mengikuti pelatihan tersebut dengan sungguh-sungguh karena materi pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan mereka saat magang di koperasi.

“Saat magang di koperasi, kader harus mendorong pengurus maupun anggota koperasi untuk komit dengan prinsip-prinsip serta jatidiri koperasi,” tegasnya.

Diharapkan anggota sebagai pemilik perusahaan, bisa berkontribusi secara optimal dalam hal membayar simpanan, pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela. Juga anggota pun hendaknya aktif bertransaksi di koperasinya, dan juga berpartisipasi saat pelaksanaan kegiatan Rapat Anggota (RA) dengan menyampaikan aspirasi dan pilihannya.
Menurut Rully, saat magang di Koperasi, para kader juga diminta untuk membantu dan memberi masukan agar pengurus dan pengelola koperasi tersebut dapat menyelenggakan pendidikan bagi anggota dan terus berupaya memberikan manfaat ekonomi dan pelayanan pada anggotanya.

Sementara itu, Pembantu Rektor I Ikopin Sugiyanto menjelaskan, kegiatan Pelatihan perkoperasian bagi kader pengelola koperasi tersebut dilaksanakan selama 3 hari di Kampus Ikopin. Sementara materi pelatihan diantaranya Personality Development, dimana dimaksudkan kader memiki motivasi dan ketrampilan dalam berinteraksi dengan pengurus maupun anggota.

Selanjutnya, materi jati diri koperasi dan manajemen koperasi dengan pendalaman pada aspek organisasi koperasi, usaha dan keanggotaan koperasi serta menciptakan pelayanan prima.

Sugiyanto mengatakan para kader yang juga mahasiswa Ikopin akan mendapatkan materi analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Treath/kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman), sehingga koperasi yang diharapkan dapat membantu kader dalam mengidentifikasi fenomena di koperasi, bisa menganalisa sekaligus menyimpulkan persoalan dan potensi koperasi.
“Dengan melakukan ketiga hal tersebut, para kader bersama pengurus dan pembimbing yang merupakan dosen Ikopin dapat membuat rekomendasi dan rencana aksi yang dapat dilakukan di koperasi,” katanya. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.