Kembangkan Budaya Indonesia, Suhardani Bustanil Arifin Raih Mahakarya Budaya dari MURI

Pipnews.co.id, Jakarta – Penghargaan “Mahakarya Kebudayaan di Bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Kesenian, Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan” dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), diberikan kepada Ny RA Suhardani Bustanil Arifin menerima, istri mantan Menteri Koperasi Bustanil Arifin. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Founder sekaligus Ketua Umum MURI Jaya Suprana, di auditorium Jaya Suprana School Jakarta, Kamis (20/9).

Adapun penerima penghargaan budaya Suhardani Bustanil Arifin mengungkapkan rasa harunya atas penghargaan tersebut. “Berarti MURI sudah memberi contoh untuk menghargai budaya bangsa Indonesia,” ucapnya.

Wanita berusia 91 tahun itu berharap anak-anak muda Indonesia juga mencintai budaya bangsa sendiri. Menurutnya Indonesia sangat beragam budaya, sehingga tidak perlu meniru budaya asing. Apa yang dilakukan Suhardani adalah berjasa mendirikan beberapa kumpulan terkait budyaya, antara lain: sanggar budaya Monas, Pelita Monas, pendiri taman bunga nusantara, pendiri Lions Club Indonesia, mempromosikan kebudayaan Indonesia dalam konvensi international Lions Club di Amerika dan lain-lain.

Adanya deretan prestasi budaya ini, yang membuat Suhardani Bustanil Arifin layak mendapatkan penghargaan Mahakarya Kebudayaan dari MURI.

Sementara Jaya Suprana usai pemberian penghargaan mengatakan, bahwa penerima penghargaan ini merupakan orang-orang yang telah berkarsa dan berkarya untuk Bangsa Indonesia. “Jika bangsa Indonesia dipimpin oleh orang-orang hebat seperti ini, maka Indonesia akan menjadi negara yang luar biasa besar,” tuturnya.

Jaya Suprana juga terharu mendengar yang hadir orang-orang hebat, dimana masing-masing memiliki peran yang sangat penting bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Untuk itu ia mengucapkan terima kasih telah memberikan karsa dan karya yang terbaik.

Selain Suhardani Bustanil Arifin, ada 13 penerima penghargaan lain, di antarannya Komjen Pol Suhardi Alius (Kepala BNPT), Kuliah Umum “Resonansi Kebangsaan dan Bahaya Serta Pencegahan Radikalisme” peserta terbanyak. Mayjend TNI Lodewyk Pusung “Pertunjukan Bela Diri Debus dan Pencak Silat peserta terbanyak. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.