Nasional

Kememperin Beberkan Stimulus Tambahan Bagi Sektor Industri Terdampak Pandemi

Pipnews.co.id, Jakarta – Pemerintah sedang menyiapkan intensif atau stimulus tambahan bagi sektor industri terdampak pandemi Covid-19. Langkah strategis ini guna membangkitkan kembali gairah pelaku usaha sehingga dapat mendorong roda perekonomian nasional tetap berjalan, namun dengan memperhatikan protokol kesehatan. “Pemerintah saat ini secara intensif membahas berbagai insentif atau stimulus tambahan yang memang dibutuhkan oleh sektor industri supaya bisa bergeliat lagi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta 12/6).

Memperin menyebutkan, insentif tambahan itu diantaranya keringanan pembayaran atau subsidi listrik bagi industri yang terdampak pandemi Covid-19. Terkait hal itu Memperin telah mengirimkan surat edaran kepada PLN. Usulan tersebut berupa penghapusan biaya minimun untuk pemakaian 40 jam konsumsi listrik, termasuk bagi pelanggan industri premium yang menggunakan 223 jam konsumsi listrik. Kebijakan ini diusulkan untuk periode berlangganan 1 April – 31 Desember 2020. “Diharapkan industri bisa membayar sesuai dengan jumlah pemakaian penggunaan listrik. Jumlah stimulus yang dibutuhkan sebesar Rp 1,85 triliun selama sembilan bulan,” ujarnya.

Insentif lainnya adalah pennundaan pembayaran tagihan PLN  selama enam bulan, mulai April sampai September 2020 dengan jaminan cicilan berupa giro mundur selama 12 bulan. Lalu diusulkan pula penghapusan denda keterlambatan pembayaran.

Selanjutnya Memperin menyampaikan, pemerintah tengah mengkaji insentif berupa penghapusan PPN untuk bahan baku lokal tujuan ekspor, penangguhan pempayaran PPN selama 90 hari tanp denda, serta pembebasan PPh Pasal 25. “Pemerintah bertekad ingin terus mempertahankan kinerja dan mendukung produktivitas dari pelaku industri, yang salah satunya melalui pemberian insentif pajak,” terangnya. Menurut Agus produktivitas industri tersebut juga untuk.menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup masyarapat di dalam.negeri.

Pemberian tambahan keringanan pajak bagi sektor industri akan melengkapi insentif lain yang telah diliris sebelumnya oleh pemerintah. Insentif bagi pelaku industri yang sudah diluncurkan, antara lain pembebasan PPh Pasal 22 impor, angsuran 30% PPh Pasal 25, Restitusi PPN dipercepat, serta insentif tambahan untuk perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat atau kemudshan impor tujuan ekspor untuk penanganan pendemi Covid-19.

Memperin menjelaskan, pihaknya juga telah mengusulkan restrukturisasi kredit dan stimulus modal kerja. Insentif ini akan diberikan dengan sejumlah kreteria, seperti rekam jejak terhadap pajak dan cicilan kredit. memiliki prospek bisnis yang baik, penyerapan tenaga kerja, terdampak Covid-19, dan memaksimalkan penggunaan bahan baku dalam.negeri.

Berikutnya, berkaitan dengan Keputusan Menteri ESDM  Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri, poin yang diusulkan adalah penghapusan pembayaran minimum per kontrak, dan pembayaran sesuai dengan jumlah pemakaian.

Disamping itu pemerintah berupaya mendorong konsumsi pasar domestik dengan peningkatan utilisasi melalui implementasi TKDN di kementerian dan lembaga serta BUMN. Selain itu peningkatan utilisasi melalui permintaan domestik.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani menyampaikan, untuk dapat kembali pulih, dunia usaha.memerlukan stimulus modal kerja setidaknya berupa subsidi bunga menyesuaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang kini dipatok 4,5 %, selama setahun. “Stimulus ini psrlu diberikan untuk semua sektor usaha” kata Haryadi.

Ia mengungkapkan, dalam kalkulasi Apkindo sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPD) butuh anggaran Rp 283,1 triliun, industri makanan dan minuman sebesar Rp 200 triliun, industri alas kaki Rp99 triliun, serta industri elektronika dan alat alat listrik rumah tangga diproyeksikan mencapai Rp 407 miliar. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button