Nasional

Kemendag Gelar Lokakarya Tingkatkan Daya Saing Produk Ekspor UKM Pangan

Pipnews.co.id, Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan menyampaikan, Indonesia memiliki banyak produk usaha kecil dan menengah (UKM) pangan yang berpotensi ekspor yang masih dapat terus dimaksimalkan. Untuk memaksimalkan potensi tersebut salah satunys dengan melakukan standardisasi dan sertifikasi produk UKM pangan agar dapat meningkatkan daya saing ekspor.

Hal ini disampaikan Kasan saat membuka lokakarya diversifikasi dan adaptasi produk ekspor dengan tema “Pentingnya Sertifikasi Keamanan Pangan Bagi Peningkatan Daya Saing Produk Ekspor”.Lokakarya berlanggsung secara virtual pada Kamis (8/4) dan diikuti 500 lebih peserta yang merupakan.para perwakilan perdagangan RI di luar negeri, perwakilan kementerian/lembaga, pelaku UKM, mahasiswa dan media.

Hadir sebagai narasumber pada acara ini Asesor Komite Akreditasi Nasional dan Konsultan Pangan Dede Saputra, Kepala Indonesia Trade Promotion Center Chicago Amerika Serikat Iska Huberta Sinurat, Pimpinan Kelompok Usaha Bersama (KUB), Central Argo Lestari Purbalingga Sutomo, Kasubag Penjualan dan Administrasi Operasi PT Sucofindo Komaruddin Latief, serta Kepala Seksi Fasilitasi Industri dan Organisasi Publik Badan Standardisasi Nasional Tegar Eka Pradipta.

“Diharapkan melalui lokakarya ini peserta dapat memahami pentingnya sertifikasi keamanan pangan, khususnya bagi UKM berorientasi ekspor sehingga menambah daya saing di pasar global,” kata Dirjen Kasan.

Ia melanjutkan, Presiden Joko Widodo telah memberikan amanat kepada Kemendag, salah satunya adalah peningkatan ekspor. Untuk melaksanakan mandat tersebut Kemendag telah menetapkan strategi di antaranya mendorong dan mendukung UKM Ekspor. “Hal ini diwujudksn melalui peningkaran daya saing UKM, termasuk dari segi kualitas, desain, kemasan dan sertifikasi produk ekspor,” ujar Kasan.

Kata dia, Indonesia merupakan negara ekspor produk makanan dan minuman (mamin) terbesar ke-8 dunia. Namun demikian Indonesia masih mempunyai peluang untuk terus meningkat.

“Produk pangan Indonesia sudah bisa masuk ke pasar global dan bersaing dengan negara lain. Namun untuk dapat bersaing, produk mamin Indonesia harus memenuhi sertifikasi yang diisyaratkan negara tujuan,” kata Kasan.

Masih Kasan, Kemendag terus berupaya memfasilitasi para UKM ekspor memiliki sertifikasi pangan yang diisyaratkan sehingga produk tersebut memiliki akses pasar. “Selain itu, Kemendag juga memfasilitasi pelaku ekspor melalui promosi produk pangan, seperti keikutsertaan dalam pameran secara fisik maupun digital agar produk pangan Indonesia dapat menembus pasar global,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Tegar Eka Pragipta menyampaikan, tentang penerapan standar nasional Indonesia (SNI) keamanan pangan bagi UKM mamin dalam.mendukung ekspor. Sertifikasi merupakan hasil dari penerapan standar. Penerapan srandarisasi bertujuan memverikan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing nasionsl, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam perdagangan. kepastian berusaha, kemampuan pelaku usaha, serta kemampuan inovasi teknologi.

Sementara produk utama mamin Indonesia dengan nilai ekspor terbesar adalah udang dalam kaleng dengan jumlah 10,52% dari total ekspor mamin, wafer (7,31%), bahan makanan (6,84%) mie instan (6,62%) dan kopi instan (5,29%).

Selain itu, Indonesia juga memiliki komoditas mamin unggulan ekspor dengan pasar yang kuat. Komoditas tersebut, yaitu sarang burungyang walet yang menjadi prringkat ke-I dunia, bubuk cengkeh peringkat ke-I serta pasta dan mie instan peringkat ke-4. (Yannes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button