Nasional

Kemendag Hadir Untuk UKM, Dorong.Manfaatkan Peluang Ekspor yang Mulai Tetbuka

Pipnews.co.id, Jakarta – Di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global serta kondisi pandemi Covid-19, para usaha kecil dan menengah (UKM) diharapkan dapat memanfaatkan peluang peluang yang ada. Di antaranya dengan memanfaatkan momentum bergeraknya kembali roda perekonomian di dalam.negeri serta pulihnya perekonomian di beberapa negara tujuan ekspor. Indonesia. Pemanfaatan peluang ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam seminar web (Webinar) “UKM Sukses Ekspor” yang diselenggarakan  Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (Komitu) Rabu (21/10/2020). Webinar ini diikuti sekitar 300 pelaku usaha, dan turut hadir sebagai narasumber di antaranya Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan, Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Djoko Retnadi, Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati dan Ketua Umum Kopitu Yoyok Pitoyo.

“Para pelaku UKM seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 64 juta harus memanfaatkan setiap peluang yang ada secara maksimal. Hal itu mengingat UKM berkontribusi sebesar 61,07 persen dari toral produk domedtik bruto (PDB) dan diperkirakan berkontribusi sebesar 14,37 persen dari total ekspor nonmigas nasional,” kata Agus dalam siaran pers usai Webinar.

Dalam upaya pengembangan ekspor, ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM, di antaranya meliputi keterbatasan kapasitas produksi, modal dan sumber daya manusia. keterbatasan pemenuhan sertifikasi standar, serta keterbatasan dalam.kemampuan memasarkan produknya.

“Tantangan tantangan tersebut, dapat dihadapi dengan strategi dan kebijakan yang tepat. Kemendag telah menggiatkan langkah langkah strategis untuk meningkatkan ekspor, termasuk di masa pandemi ini,” ujar Agus.

Beberapa langkah tersebut lanjut Agus, antar lain memaksimalkan keberadaan perwakilan perdagangan di luar negeri, penguatan daya saing UKM, mendorong pemberian fasilitasi para pelaku ekspor, khususnya UKM ekspor untuk mengikuti kegiatan promosi virtual, menjajagi peluang bisnis maupun one on one meeting antara eksportir dengan buyer di luar negeri sexara virtual, mendorong pelaku usaha ekspor memanfaatkan akses pasar ke negara mitra FTA, serta memberikan stimulus pembiayaan untuk meningkatkan eksporperdagabgan dengan membantu pelaku ekspor yang terdampak Covid-19.

[09:43, 10/23/2020] Pak Yanes: Agus menjelaskan, Kemendag memiliki program pendampingan kepada UKM melalui Ezport Coaching Program yang pada 2015-2019, telah menghasilkan 148 eksportir baru. Pada 2019 para eksportir baru ini telah total transaksi sebesar US$ 19,844  juta. Tahun ini walau masa pandemi telah lahir 14 eksportir baru, di mana mereka berhasil membukukan total transaksi sebesar US$ 590,74 ribu.

Sedangkan dalam upaya memabfaatkan akses pasar yang telah terbuka ke negara lain melalui perjanjian Free Trade Agreement (FTA) dan Conprehensive Economic Patnership Agreement (CEPA)  , Kemendag telah menyediakan FTA Center yang dapat dimanfaatkan pelaku UKM.

[09:43, 10/23/2020] Pak Yanes: Mendag Agus mengharapkan, kegiatan Webinar ini akan menjadi inspirasi bagi pelaku UKM untuk menjadi pelaku usaha yang tangguh dan menjadi pelaku UKM Sukses Ekspor, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan eksonomi Indonesia.

“Kami selalu yakin dan optimis. dalam memandang masa depan Indonesia. Mari kita saling bergotong royong menjaga roda perdagangan agar tetap bergerak di tengah pandemi Covid-19,” pungkas Agus Gumiwang. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button