Kemenkop dan UKM Ajak Generasi Milineal Ikuti Program Wirausaha Pemula

Pipnews.co.id, Bogor – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengajak mahasiswa sebagai generasi milenial untuk mengikuti program Wirausaha Pemula (WP) yang digulirkan pemerintah sejak tiga tahun terakhir ini.

Selain itu Seskemenkop juga mengajak mahasiswa mengikuti perlombaan membuat proposal usahanya. Dinaman nantinya proposal yang disetujui akan mendapatkan dana bantuan untuk pengembangan usahanya. Untuk kegiatan tersebut, Kemenkop dan UKM sudah bekerjasama dengan 10 perguruan tinggi.

Hal tersebut dikemukakan Meliadi seusai menjadi keynote speaker pada seminar dan diskusi bertemakan “Koperasi Sektor Riil yang Berdaya Saing dalam Pembangunan yang Inklusif Menghadapi Tantangan Disparitas Ekonomi” yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB.

Lebih lanjut Meliadi memaparkan dihadapan peserta yang antara lain para mahasiswa dan citivitas akademi lainnya. Bahwa program WP ini untuk menumbuhkan kewirausahaan pada generasi muda, khususnya mahasiswa. Tujuannya, ketika mereka lulus kuliah mindsetnya bukan lagi mencari pekerjaan melainkan membuka lapangan pekerjaan.

“Saat masih kuliah waktunya dipakai untuk berpikir wirausaha. Ya memang harus sedini mungkin berwirausaha, harus diasah, yang lambat laut akan meningkatkan skalanya,” tandas Meliadi.

Masih kata Meliadi, di negara manapun koperasi dan UMKM menjadi tulang punggung negara saat perekonomian dalam keadaan krisis. Dengan hadirnya WP diharapkan semakin kuat perekonomian Indonesia. “Pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen, persoalannya apakah merata? Nah, koperasi dan UKM mengapa penting, karena jumlahnya banyak sehingga gini rasio bisa kita perbaiki. Nantinya kemiskinan akan menurun melalui pengembangan koperasi dan UMKM,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi IPB, Prof Dr Ir Dodik Ridho Nurrachmat, meminta para mahasiswanya untuk ikut mengembangkan koperasi dan UMKM. Sekaligus menjadikannya sebagai tempat bekerja yang tak kalah hebat dengan kerja di tempat lain.

“Mimpi saya nanti mahasiswa membuka usaha dan tergabung dalam koperasi yang mempunyai efek wow. Jadi, ketika ada yang bertanya kerja di mana dan dijawab koperasi, reaksinya pun wow. Kita harus jadikan koperasi benar-benar sebagai soko guru perekonomian kita,” tuturnya.

Bahkan ia mengaku heran, mengapa koperasi yang menjadi soko guru kurang berkembang di negeri Pancasila? Justru koperasi lebih berkembang di negara liberal yang menerapkan ekonomi kapitalis. “Di negara kita yang katanya koperasi menjadi sistem perekonomian yang ideal, tapi kok jarang berkembang. Kalau pun ada yang berkembang tetapi tidak sebesar koperasi di negara-negara kapitalis seperti koperasi di Kanada, Swiss dan Jerman,” ujarnya.

Pusat Studi Koperasi dan UKM

Menyadari pentingnya koperasi bagi kelangsungan hidup bangsa, IPB pun merencanakan membuka Pusat Studi Koperasi dan UKM. Ini juga sebagai bentuk keberpihakan kepada sektor koperasi dan UMKM. Dimana Pusat Studi ini nantinya, selain melakukan penelitian dan pengembangan sumberdaya manusia, juga melakukan pendampingan kepada koperasi dan UMKM.

Bahkan seluruh fakultas akan terlibat dalam pendampingan. “Teknisnya, semua fakultas membentuk mitra binaan yang disesuaikan dengan fakultas masing-masing. Misalnya Fakultas Pertanian bermitra dengan petani,” ujarnya lagi.

Tandasnya lagi, nantinya kalau ada yang ingin belajar berwirausaha, belajar mendampingi pelaku usaha mikro, bisa datang ke pusat studi tersebut. Dengan adanya pusat studi ini dia mengharapkan citra koperasi dan UMKM menjadi lebih baik lagi. “Koperasi itu jamannya bukan lagi bersaing tapi bersanding. Dan koperasi ini konsepnya ya bersanding,” pungkasnya.

Atas sikap dan terwujudnya gagasan tersebut, Sesmenkop dan UKM menyambut baik dan menilai hal sangat bagus rencana pembentukan Pusat Studi Koperasi dan UKM ini. Sebab dengan adanya lembaga tersebut segala permasalahan mengenai koperasi dan UKM dapat dicarikan solusinya.

“Tidak hanya di Bogor saja, tapi juga secara nasional. Jika di kampus bisa memberikan tempat, ruang dan usaha tidak saja kepada mahasiswa, tapi masyarakat secara luas, jelas akan memperbanyak wirausaha baru dan koperasi yang berkualitas,” tegasnya.

Untuk itu Meliadi mengatakan pihaknya siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan yang nantinya diadakan Pusat Studi ini. Bahkan bekerjasama dalam bentuk apa pun. Terlebih pusat studi ini sangat masa depan dan rate kewirausahaan harus diperbanyak.

Bahkan Meliadi mendesak kalau bisa lebih cepat dilaksanakan karena potensi ekonomi di dalamnya sangat besar. Bagaimana sektor pertanian bisa sampai ke kota yang dirasakan nilai tambahnya di pedesaan. Bagaimana juga mengubah mindset milenial tentang koperasi, begitu juga bonus domestik. “Nah hal-hal seperti inilah yang harus diantisipasi jauh-jauh hari. Dan ini menjadi tantangan yang bisa dijawab oleh Pusat Studi ini,” pungkasnya. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.