Kemenkop dan UKM Dorong Koperasi Masuk Pasar Modal

Pipnews.co.id, Jakarta 24 Juli 2018

Langkah KOPERASI Sinpan Pinjam (Kospin) Jasa Pekalongan mendaftarkan anak usahanya (perusahaan asuransi) di lantai bursa, sepertinya bakal dijadikan tonggak sejarah bagi koperasi yang lain untuk melakukan langkah yang sama.

“Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong koperasi agar bisa juga melantai di bursa saham nasional, Bursa Efek Indonesia,” tutur Asisten Deputi Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Kemenkop dan UKM Willem H Pasaribu dalam acara Sosialisasi Peluang Pendanaan Bagi Koperasi dan UKM Untuk Dapat Mengakses Pasar Modal di Pekanbaru Riau (24/7/2018)

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Riau Yulwiriati Moesa, Kepala Bidang Pasar Modal Temmy Satya Permana, pihak Universitas Bakrie Suwandi, dan 35 KUMKM potensial yang berada di Provinsi Riau.
Willem menambahkan, pada sosialisasi tersebut juga didiskusikan berbagai-hal penting terkait dengan peluang pendanaan bagi koperasi untuk dapat masuk ke dalam pasar modal.

“Kita terus melakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan informasi terkait regulasi di bidang pasar modal bagi koperasi dan usaha menengah serta untuk melihat peluang pendanaan lain bagi koperasi,” ujar Willem. .
Ia mengatakan, melalui sosialisasi ini diharapkan koperasi dapat mencari alternatif sumber pembiayaan yang bersifat utang baik bank maupun non bank dengan pertimbangan benefit yang akan diperoleh harus lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkan.

Selain itu, lanjut Willem, bagi koperasi yang memerlukan pendanaan relatif besar dan berjangka menengah dan panjang, maka koperasi dapat memanfaatkan sumber pembiayaan dari Pasar Modal.

“Dalam konteks Pasar Modal, semangat serta komitmen industri pasar modal untuk berpartisipasi dalam upaya pengembangan KUMKM di Indonesia secara tegas tersurat dalam Penjelasan Umum dari Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal,” kata Willem.

Hanya saja lanjut Willem, masih menemukan beberapa kendala yang dialami koperasi dalam masuk ke pasar modal (obligasi). Antara lain, obligasi belum familiar bagi kalangan pengurus/pengelola koperasi.

“Alternatif pendanaan yang ada selama ini dipandang relatif lebih mudah diakses meskipun biaya mendapatkannya tidak lebih murah dan beberapa regulasi terkait yang perlu diselaraskan,” kata Willem. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.