Kemenkop dan UKM Dorong Potensi UMKM Lokal untuk Jadi Tuan Rumah di Daerahnya Sendiri

Pipnews.co.id, Manggarai Barat – Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong potensi lokal dioptimalkan, agar tidak menjadi “tamu di daerah sendiri”. Dikarenakan selama ini kurang maksimal mengandalkan keunggulan lokal yang dimiliki. Sehingga, meskipun mayoritas pelaku usaha di Indonesia, yakni lebih dari 99,6% adalah pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tetapi dengan jumlah mencapai 64 juta pelaku ini, mereka masih memiliki kontribusi relatif kecil terhadap perekonomian Indonesia.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Menkop dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Fiki Satari dalam temu Komunitas Kreatif Muda Labuan Baju di Cafe Bacarita, Nusa Tenggara Timur, Senin (14/9). Menurutnya UMKM harus mengambil peranan untuk bangkit dan memanfaatkan peluang tersebut. “Spiritnya, UMKM harus jadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Sudah banyak daerah yang berhasil,” tandasnya.

Menyertai kunjungan tersebut adalah Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim, Koordinator Wilayah ICCN NTT Herman Umbu Billy, dan komunitas kreatif muda Labuan Bajo.

Fiki yang dalam kunjungan kerja tersebut bersama Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim, dan didampingi Koordinator Wilayah Indonesia Creative City Network (ICCN) NTT Herman Umbu Billy, dan komunitas kreatif muda Labuan Bajo. Menegaskan, agar dapat menguasai perekonomian, UMKM harus masuk ke supply chain sektor industri, dengan mengandalkan produk lokal yang unggul.

Selain itu, diperlukan penguatan ekosistem melalui koperasi untuk bisa membina UMKM yang dikategorikan kecil menjadi “local hero” di setiap daerah. Ia mengakui, yang terjadi saat ini, banyak di wilayah strategis pemasaran; termasuk di platform online yang penjualannya sedang meningkat, dikuasai oleh reseller produk impor dan pengusaha besar.

Masih lanjut Fiki, bahwa seperti telah disampaikan Menkop UKM di setiap forum. Pihaknya terus perlu mencari kapal-kapal tongkang untuk bisa menarik sekoci pelaku UMKM masuk ke supply chain dari industri, karena banyak kapal induk yang sudah menunggu.

Misalnya imbuh dia, terkait digitalisasi UMKM, e-commerce itu kapal induk, traffic-nya sudah jutaan per hari. Artinya kata Fiki, permintaan pasar ada tapi sekarang banyak diisi reseller produk-produk impor dan industri besar. Jadi UMKM-nya di mana?

“Nah, untuk ini kita perlu bangun ekosistem, agar bisa menarik UMKM yang jumlahnya banyak sekali tapi kecil-kecil, berserakan, belum terkordinasi. Tarik di local hero di setiap daerah, untuk masuk ke supply chain industri. Ini yang kita sebut ‘kapal tongkang’ untuk masuk ke ‘kapal induk’ tadi,” tandasnya lagi.

Dengan demikian menurut Fiki, pemerintah mudah melakukan intervensi, agar UMKM ke depannya dapat meningkat dan naik kelas. Yang mana intervensinya lebih mudah, karena tidak perlu memegang semuanya, tapi cukup beberapa dari koordinator koperasi untuk menjadi penarik pelaku UMKM agar bisa naik kelas ke depan.

Masih dijelaskan Fiki, Labuan Bajo menjadi 1 dari 5 destinasi super prioritas pariwisata Indonesia. Selain itu, Asian Summit dan G20 Meeting akan digelar di Labuan Bajo pada tahun 2023, sehingga UMKM harus memanfaatkan momen tersebut untuk bisa terkoneksi dengan pasar global. “Pada tahun 2023 akan ada G20 Meeting dan Asian Summit. Ini momentum UMKM untuk mengambil peran, dan bukan sekedar menjadi penonton,” ujarnya.

Kuncinya, kata Fiki, ada 5 fokus sektor produk UMKM yang harus dioptimalkan, mulai dari supply kebutuhan hotel, homestay, wisata alam, kuliner dan merchandise. “Ketika komunitas kreatif muda Labuan Bajo terbentuk, ini akan meningkatkan posisi tawar pelaku UMKM Labuan Bajo,” tambahnya.

Adapun Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenkopUKM, Arif Rahman Hakim menamahkan, bahwa pihaknya telah mendapat masukan untuk melakukan perbaikan dalam pelatihan sumber daya manusia UMKM. “Ini forum yang sangat bagus. Karena dalam diskusi ini, kami mendapatkan masukan untuk bahan evaluasi dalam melakukan perbaikan pelatihan modul, pengajar, standar kompetensi,” katanya.

Karena itu, pihaknya berjanji akan menyusun standar pelatihan standar pelaku ekonomi kreatif ke depan. Dengan penyempurnaan yang akan dilakukan secara terus menerus.

Sedangkan Koordinator Wilayah ICCN NTT Herman Umbu Billy menjelaskan, pihaknya akan mendorong terbentuknya kota-kota kreatif di NTT. Menurutnya, forum akan mempertemukan pemerintah, pengusaha dan komunitas tersebut, yang diharapkan akan berdampak bagi pelaku UMKM di Labuan Bajo.

“Tugas utama kini adalah mendorong kota-kota kreatif di NTT dan menghidupkan eksosistem kreatifnya. Apalagi Labuan Bajo adalah super prioritas, sehingga pelaku kreatif lokal dapat berdaya dan menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Ini digerakkan komunitas secara bersama-sama,” pungkasnya. (Esawe).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.