Kemenkop dan UKM Fasilitasi Pelatihan Pembuatan Bakery bagi Calon Wirausaha Pemula

pipnews.co.id, Bogor – Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan pembuatan bakery dan roti bagi calon-calon wirausaha pemula termasuk wartawan.  Pelatihan itu sengaja digelar untuk membekali para calon wirausaha yang ingin mengembangkan potensi dirinya untuk memulai usaha, termasuk para wartawan yang ingin merintis usaha rumahan.

Selain itu Kemenkop dan UKM juga memfasilitasi para calon wirausaha untuk mendapatkan bekal pelatihan dan pengalaman dari ahlinya, dengan mendatangkan narasumber yang memang pakar di bidangnya

Demikian disampaikan Asisten Deputi Peran Serta Masyarakat, Deputi Bidang  Sumber Daya manusia Haryanto, saat membuka acara Pelatihan Vocational Keterampilan bagi SDM KUKM di Bogor, Sabtu, (23/2).

“Kami memberikan peluang kepada para calon wirausaha pemula untuk mempelajari dan membekali diri dengan keterampilan sebelum memulai usaha,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut hadir puluhan wartawan anggota Forum Wartawan Koperasi dan UKM (Forwakop) antusias mengikuti pelatihan kewirausahaan berupaya keterampilan membuat bakery. Dalam pelatihan tersebut mendatangkan pemilik usaha Titi Bakery, Titi Sumarni, sebuah UKM di Depok yang telah sukses mengembangkan usaha bakerynya sejak 2003.

“Pelatihan ini kami harapkan bisa menginspirasi para calon wirausaha muda dan bukan sekadar teori tapi aplikatif karena langsung praktik,” katanya.

Pada kesempatan itu Kemenkop dan UKM juga memberikan bantuan peralatan kepada Koperasi Forsema, dimana para anggotanya wartawan yang mengikuti pelatihan terseut, berupa peralatan produksi bakery termasuk oven gas kapasitas medium, mixer, dan lain-lain.

Haryanto berharap melalui pelatihan intensif yang digelar selama dua hari ini, para calon wirausaha segera dapat mengaplikasikan bekal pengetahuan yang didapatkan untuk kemudian langsung terjun berwirausaha.

Sementara itu, Titi Sumarni pemilik usaha Titi Bakery yang beralamat di Jalan Angklung III Depok mengaku senang bisa membagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi kepada calon-calon wirausaha muda. “Saya pernah jatuh bangun tapi dengan kerja keras, alhamdulillah saat ini sudah bisa naik kelas,” kata perempuan 59 tahun itu.

Jatuh bangun merintis usaha telah dilakukannya sejak 2003 hingga kini usahanya telah memiliki brand yang cukup dikenal khususnya pasar online dan telah dilengkapi sertifikat halal dan HAKI. Ia menamahkan, pengalaman untuk berbagi itu sudah dilakukan sejak lama bahkan dirinya kerap menjadi instruktur ke daerah-daerah. Bahkan dalam waktu dekat kata dia akan mengisi kelas memasak di Malaysia.

“Saya juga buka kelas membuat bakery di rumah bagi siapa saja yang berminat,” kata perempuan berdarah Sumbar itu. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.