Kemenkop dan UKM Terus Berupaya Mendorong Koperasi Jadi Pelaku Usaha Global

pipnews.co.id, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa tingkat kemampuan usaha koperasi Indonesia, untuk menuju persaingan global dewasa ini masih terbilang rendah, sehingga dipandang perlu adanya upaya-upaya pembenahan.

Kondisi tersebut diketahui dari hasil penelitian yang dilakukan Kemenkop dan UKM terhadap implementasi Good Corporate Governance (GCG). Dengan studi kasus Koperasi Jasa Keuangan (KJK) Indonesia yang dilakukan belum lama ini.

Dalam globalisasi, penerapan GCG sangat menjadi faktor penentu keberhasilan dunia usaha. “Ternyata masalah utamanya ada pada akuntabilitas dan transparansi yang masih rendah sehingga ke depan perlu ditingkatkan,” kata Peneliti Ahli Utama Kemenkop UKM, Dr. Johnny W. Situmorang dalam paparannya di Jakarta, Rabu (6/2).

Johnny menambahkan, penelitian ini merekomendasikan supaya pemerintah mengeluarkan regulasi diantaranya berupa Peraturan Pemerintah (PP), dan Pemerintah Daerah dalam hal peningkatan kapasitas (pelatihan), penyuluhan, dan penelitian. Menurutnya penelitian sangat penting bagi koperasi untuk menjamin pengembangan inovasi yang menjadi tuntutan utama dalam pengembangan usaha.

Sementara itu menurut Asisten Deputi (Asdep) Penelitian dan Pengkajian KUMKM Christina Agustin mengatakan bahwa, penelitian mengharuskan pemerintah mengeluarkan regulasi dalam hal mendukung pengembangan digitalisasi koperasi, guna menghadapi era revolusi teknologi 4.0. “Menghadapi revolusi teknologi 4.0 harus dan wajib tidak hanya literasi teknologi, tapi juga SDM kita harus openmind sehingga tujuan revolusi bisa tercapai,” ujarnya.  

Penelitian implementasi Good Corporate Governance (GCG) Koperasi dengan studi kasus Koperasi Jasa Keuangan (KJK) Indonesia ini dilakukan di empat wilayah, yakni Samosir (Sumut), Sanggau (Kalbar), Semarang (Jateng), dan Gorontalo.

Penelitian melibatkan 35 KJK dan 90 pengelola KJK yang berasal dari empat wilayah tersebut. Dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk wilayah penelitian dan random sampling untuk KJK pada kerangka sampling NIK.

Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui performa dan mengetahui sejauhmana penerapan GCG koperasi Indonesia. Sedangkan manfaat yang diambil, yakni penelitian ini bisa menjadi masukan bagi kemajuan koperasi Indonesia. “Selain itu, ini sebagai masukan untuk merumuskan kebijakan pembangunan perkoperasian, khususnya dalam rangka penguatan kelembagaan koperasi Indonesia,” tutup Chistina.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.