Nasional

Kemenkop Inginkan KUMKM Manfaatkan PLUT untuk Tingkatkan Kemandirian Usaha

Pipnews.co.id, Jakarta – Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) dibangun pemerintah, dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian usaha. Agar para pelaku koperasi dan UKM dapat semakin terdorong meningkatkan kapasitas dan kemandirian usahanya melalui penyediaan jasa non finansial yang menyeluruh, terintegritas, dan bersifat stimulus ini.

Terlebih PLUT juga dirancang sebagai wadah mediasi bagi KUMKM dalam membangun hubungan dengan pemangku kepentingan lainnya. Artinya, PLUT-KUMKM sebagai program terobosan menjadi suatu sistem yang di dalamnya menyinergikan pemangku kepentingan. Demikian dipaparkan Asisten Deputi (Asdep) Pendampingan Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM Eviyanti di Jakarta, Rabu (18/4).

Eviyanti menambahkan, Kemenkop dan UKM ingin para pelaku KUMKM mulai memanfaatkan PLUT-KUMKM sebagai lembaga mediasi pengembangan usahanya. “Kami berharap KUMKM bisa melihat PLUT ini sebagai lembaga mediasi bagi pengembangan KUMKM yang mencakup peningkatan kinerja produksi, kinerja pemasaran, akses ke pembiayaan, pengembangan SDM, serta kinerja kelembagaan dalam rangka meningkatkan daya saing KUMKM,” jelasnya.

Masih kata dia, pihaknya telah sejak beberapa tahun lalu mengembangkan program PLUT-KUMKM dan membangun fasilitasi gedung tersebut di berbagai provinsi di Tanah Air. Dimana gedung-gedung yang ada selanjutnya diarahkan untuk melayani kebutuhan para pelaku KUMKM dari lima sisi, meliputi kelembagaan, SDM, produksi, pembiayaan, dan pemasaran.

Menurut Evi pelayanan bisa dalam bentuk urusan kelembagaan meliputi panduan pembentukan dan pemantapan kelembagaan Koperasi dan UMKM, fasilitasi legalitas, penguatan sentra UKM/Klaster/Kawasan, pendataan, pendaftaran dan perizinan KUMKM advokasi perlindungan KUMKM.

Adapun bidang-bidang tersebut jelas dia memiliki peran masing-masing. Bidang Sumber Daya Manusia melakukan pelatihan perkoperasian, kewirausahaan, dan magang. Bidang Produksi terkait akses bahan baku, pengembangan produk (peningkatan kualitas, desain, merek dan kemasan), diversivikasi produk, standarisasi dan sertifikasi produk, serta aplikasi teknologi. Sedangkan untuk Bidang Pembiayaan berperan tentang penyusunan rencana bisnis proposal usaha, fasilitasi dan mediasi kelembaga keuangan bank dan non bank, pengelolaan keuangan, dan advokasi permodalan.

Terakhir Bidang Pemasaran memiliki fungsi terkait informasi pasar, promosi, peningkatan akses pasar, pengembangann jaringan pemasaran dan kemitraan, pemanfaatan IT (e-commerce), serta pengembangan data base yang terkait pengembangan KUMKM. (Slamet AW).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button