Kemenkop UKM : Holding Kopontren Potensial Membangun Ekonomi Umat

Pipnews.co.id | Jakarta – Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi menegaskan, Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi satu kekuatan ekonomi umat, dengan peningkatan.kemampuan manajerial, modernisasi dan jaringan usaha.

Kopontren dapat menjadi holding bagi kopontren lainnya . Kopontren Insya Allah dapat berkontribusi dalam perekonomian nasional apabila hal ini dimaintenance dikembangkan dengan.baik,” kata Deputi Zabadi saat menjadi Keynote Speech pada Webinar Pengembangan Koperasi Pondok Pesanteen dengan topik “Holding dan Jaringan Koperasi Pondok Pesantren Potensial Membangun Ekonomi Umat” di Jakarta (14/7/2021).

Mengutip siaran pers yang dilansir Humas Kemenkop UKM Jabadi melanjutkan, Kopontren koperasi saat ini berjumlah 127.124 unit yang di dalamnya terdapat Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sebanyak 2.349 unit yang aktif dari total 3.500 unit Kopontren, jumlah anggotanya sebanyak 163.408 orang volume usaha sebesar Rp 1,517 triliun dan aset Rp 1,134 triliun.

“Hal ini merupakan potensi ekonomi yang besar. Melalui Kopontren Pondok Pesantren diharapkan tidak hanya mencetak santri yang mumpuni dibidang agama tapi juga menghasilkan entrepreneur muda (santri preneur) yang siap kembali ke masyarakat untuk membangun perekonomian umat,” kata Deputi Jabadi.

Zabadi juga mengimbau kepada Pemimpin Pondok-Pondok Pesantren yang memiliki Kopontren sudah saatnya membangun jaringan dan membentuk holding yakni Kopontren yang sudah modern mengkonsolidasikan kopontren kopontren yang secara pendekatan seperti ini akses pasar, permodalan, teknologi informasi akan mudah dilakukan dan.dijangkau kopontren kopontren kecil.

Ia juga menambahkan, pengembangan ekonomi berbasis komunitas sudah terbukti tingkat keberhasilannya cukup tinggi. Sebagai contoh KSPPS BMT UGT Nusantara Sidogiri. Kopontren Al Ittifag Ciwidey Bandung, Benteng Mikro Indonesia (BMI) Tangerang dan lain lain. Masih banyak, yang dana kelolaan asetnya yang sudah cukup besar dan jumlah anggota yang banyak. dan mitra jaringan bisnis yang luas dan diakui oleh masyarakat telah terbukti dapat mengurangi kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Ia juga menekankan, pada saat ini Kenenterian Koperasi juga sedang melakukan Rebranding Koperasi dan modernisasi koperasi dimana salah satu prioritasnya adalah Koperasi Pondok Pesantren, dengan adanya penajaman koperasi modern koperasi digarapkan mampu memproyeksikan struktur koperasi di Indonesia ke depannya, yaitu adanya modernisasi koperasi.

“Modernisasi ini dilakukan melakui pengembangan bisnis bisnis baru yang lebih inovatif untuk.digitalisasi koperasi dan lebih berfokus pada penguatan sektor riil

Khususnya Koperasi Pondok Pesantren dapat membuat para santri berminat berkoperasi dan juga mendorong koperasi di lingkungan Pondok Pesantren untuk berkembang dan kami juga sedang menyiapkan pula pola/model kemitraan bagi Koperasi Pondok Pesantren agar dapat bertumbuh lebih baik,” tukas Jabadi.

Zabadi meyakini, dengan dibentuknya Holding Kopontren menjadi suatu keharusan dan kebutuhan untuk menghadapi tantangan dan persaingan bisnis yang sangat konpetitif dan mewujudkan koperasi modern yang berdaya saing.

“Kami yakin dengan hadirnya Holding Kopontren mampu melahirkan santri santri yang berkarakter, Insya Allah kita mampu mengatasi masa sulit masa pandemi ini dan selepas ini kita akan melakukan recovery dan ekonomi kita rebound,” tegas Zabadi.

Sementara itu di momen yang sama, Ketua Pengurus KSPPS BMT UGT Nusantara atau dulu dikenal KSPPS BMT UGT Sidogiri KH Abdul Madjid mengatakan, pentingnya berta’awwun (tolong menolong) sebagai ciri khas bangsa Indonesia yang gemar bergotong royong, diwujudkan dalam kerjasama ekonomi adalah berkoperasi.

“KSPPS BMT UGT Nusantara bersatu membentuk sebuah holding, dan saat ini pelayanan kepada anggotanya berbasis digitalisasi dengan aplikasi Mobile UGT. Setidaknya 9 (sembilan) terdapat 9 usaha yang tergabung dalam 9 (sembilan) mitra jaringan usaha koperasi. KSPPS BMT UGT Sidogiri siap melakukan pendampingan terhadap kopontren kopontren seluruh Indonesia,” ujar Abdul Madjid.

Sementara itu, CEO Al-itifaq Setia Irawan menambahkan, dirinya telah sukses mengembangkan koperasi di sektor agribisnis.

“Kecuali itu, Kopontren Al-Itifaq telah mengkonsolidasikan beberapa kopintren kopontren kecil di wilayah Jawa Barat dalam bentuk.kemitraan,” tutur Irawan.

Ustadz Irawan menyampaikan, bahwa Kopontren Al-itifaq mebghasilkan beberapa komoditas unggulan, seperti jeruk dekopon, horenzo (bayam Jepang), cabai, wortel Shinkuroda, Butternut Pumpkin (labu madu) dan jagung.

“Kami juga ada peternakan domba dan sapi. Produk produk Al-Itifaq dipasarkan ke pasar tradisional, super market dan mall. Saat ini pemasaran juga dilakukan melalui aplikasi alifmart. Kemitraan pun dilakukan seperti Japaĺllln International Cooperation Agency (JICA) dan Prigramma Uitzending Manager (PUM) Belanda,” pungkas Irawan. (Yannes)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.