Kemenkop dan UKM Tekankan Pelaku Usaha Sektor Makanan Olahan terus Meningkatkan Kualitas Produknya

Pipnews.co.id, Magelang – UKM yang bergerak di sektor industri pengolahan makanan yang mendapatkan fasilitasi dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM ditekankan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Fasilitasi yang dimaksud adalah mempertemukan para UKM dengan produsen bahan baku makanan berbasis terigu.

Demikian disampaikan Asisten Deputi (Asdep) Restrukturisasi Usaha Bidang Peningkatan Kerjasama Investasi Sri Istiati kepada para pelaku UMKM, akhir pekan lalu dalam Kegiatan Temu Bisnis Peningkatan Kerjasama Investasi di Magelang. “Untuk itu memanfaatkan kerja sama usaha dengan produsen sebaik-baiknya guna mengatasi kendala bahan baku,“ jelasnya.

Masih kata Sri Istiati, khususnya para pelaku UMKM di Kabupaten Magelang kini tengah mengalami kendala mendapatkan bahan baku olahan makanan, berupa terigu, karena harganya saat ini cukup tinggi.

Sementara Manager Marketing PT Sriboga Flour Mills Irfan Wahyudi, salah satu produsen terigu ayng hadir pada acara tersebut, mengatakan akan membantu UKM, tidak hanya dari sisi harga bahan baku saja tetapi ikut membantu mengatasi persoalan pemasaran dan pembiayaan yang kerap dialami. “Oleh karena itu, Sriboga menawarkan konsep kerja sama usaha melalui dukungan pelatihan bagi UMKM dan penyediaan fasilitas bahan baku maupun gerobak usaha,”ujarnya.

Terkait pelatihan bagi UMKM tersebut, Sriboga mengharapkan peran Dinas Koperasi dan UKM di setiap daerah dapat memaksimalkan melalui sinergi kerja sama antara pemerintah, lembaga profesional dan para pelaku UMKM. “Antusiasme peserta Temu Bisnis sangat tinggi dan akan segera ditindaklanjuti dengan pelatihan-pelatihan dan dukungan kerjasama bahan baku terigu dari PT. Sriboga untuk para peserta,” kata Irfan.

Sedangkan Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi UKM, Ahmad Ruswanto, pada kesempatan sama juga menambahkan, bahwa potensi industri pengolahan makanan di Magelang patut dimaksimalkan. Selain dukungan faktor alam yang subur, Magelang juga terkenal sebagai daerah penyokong pariwisata bagi Provinsi D.I Yogyakarta melalui produk oleh-oleh khas Magelang dan DIY.

Adapun dukungan pembiayaan kepada Koperasi dan UMKM pun datang dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng. Menurut Totok Kusmintarjo perwakilan BPD Jateng, mengatakan UMKM dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakya (KUR) dalam mengembangkan usahanya dengan tingkat suku bunga 7 persen per tahun. Selain KUR, BPD Jateng juga menawarkan alternatif pembiayaan UMKM melalui Kredit Mitra Jateng 25 yang suku bunganya sama dengan KUR sebesar 7 persen.

Selain itu agar usahanya dapat maju juga ditekankan harus telah memiliki legalitas, berupa perijinan usaha, identitas diri dan yang tak kalah penting adalah Nomor Pokok Wajib Pajak/NPWP. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.