Kemenkop-UKM telah Merevitalisasi Pasar Rakyat 779 unit, Khusus 2019 akan Bangun 53 unit

 pipnews.co.id, Mataram –  Program revitalisasi pasar rakyat adalah bukan semata kemauan atau ide Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, tetapi permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut diakuinya saat melakukan kunjungan kerja ke NTB. Dimana program tersebut tujuannya adalah untuk memperbesar kuota program revitalisasi pasar rakyat bagi pedagang kecil di daerah. Harapannya dengan bertambahnya jumlah pasar rakyat, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memang diminta membangun pasar oleh Presiden Jokowi untuk membantu rakyat. Untuk apa? Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Tetapi tidak hanya pertumbuhan ekonomi saja yang kita kejar, pemerataan kesejahteraan juga penting,” ungkapnya saat meresmikan Pasar Karang Bayan, di Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (2/4).

Guna menindaklanjuti instruksi tersebut imbuh Puspayoga, membuat pihaknya menyiapakan anggaran sekitar Rp 53 miliar untuk revitalisasi sebanyak 53 pasar rakyat, pada 2019 ini. Jumlah itu kata dia meningkat dari tahun lalu, yang berjumlah 51 unit. Setiap 1 unit pasar dianggarkan sebesar Rp 950 juta yang bersumber dari Dana Tugas Pembantuan.

“Sebanyak 53 unit inilah yang sudah memenuhi syarat, kalau turuti keinginan sih maunya 1000 kita bangun. Sebab salah satu syaratnya kan tanah resmi dan tidak jauh dari pedagang aslinya, karena pengalaman saya, pindahkan pedagang dari pasar lama ke pasar baru itu gak gampang, sulit juga,” ujarnya lagi.

Perihal program revitalisasi pasar rakyat memang bukan periode pemerintahan Jokowi saja, tetapi jauh sebelumnya program tersebut sudah dijalankan. Tepatnya sejak 2003 Kemenkop dan UKM sudah memulainya. Hingga totalnya selama 2003-2018 pasar rakyat yang berhasil direvitalisasi mencapai 779 unit tersebar di 389 Kab/kota. Sedangkan untuk Provinsi NTB sendapat porsi 31 unit pasar selama periode 2007-2019.

“Khusus pada tahun 2019 ini, kami mengalokasikan program ini fokus kepada daerah yang terkena dampak bencana,” tandas Puspayoga di hadapan hadirin dan para pejabat yang hadir. Selain yang sama dari Jakarta, yakni Deputi Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria br Simanungkalit, juga Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Lalu Saswadi, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Barat, Fajar Taufik.

Peresmian Pasar Karang Bayan

Pada kunjungan kerja kali ini pun Puspayoga dalam rangka meresmikan Pasar Karang Bayan hasil revitalisasi, di Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat. Dalam peresmian pasar yang menempati tanah milik pemerintah daerah dengan total luas 1000 m2 ini, juga ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Menkop dan UKM.

“Jadi manfaatkanlah dengan baik, jaga kebersihan dan drainase dibersihkan terus supaya sampak gak numpuk dan bau busuk. Kalau di Bali pasar tradisional banyak dikunjungi turis, misal pasar Sindhu Sanur,” ujarnya mengumpamakan.

Sementara itu Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, mengungkapkan bahwa sejak dulu pedagang lokal terus mendesak supaya Pasar Karang Bayan segera dibuka agar mereka bisa berjualan. Mengingat selama ini pedagang dari Desa Karang Bayan ini belum memiliki pasar permanen. Mereka hanya memanfaatkan bahu jalan untuk menjajakan barang dagangannya. “Kami sangat butuh bantuan terkait untuk menghidupkan koperasi dan UKM yang ada di masyarakat kami. Ini (pasar) akan menjadi suport bagi kami untuk membangun ekonomi masyarakat,” tandas Bupati.

Adapun Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Victoria br Simanungkalit menambahkan, setelah peresmian tersebut Pasar Karang Bayan akan dihibahkan ke pemerintah daerah. Sedangkan untuk pengelolaannya akan diserahkan kepada Koperasi Wanita Nurfallah Pekka (Perempuan Kepala Keluarga). Sebanyak 62 pedagang akan menempati 16 kios dan 46 lapak yang ada di dalam pasar tersebut.

“Kita harapkan dengan pasar ini bisa meningkatkan daya saing produk, dan pendapatan pedagang semakin meningkat. Itu harapan kita. Dan koperasi juga bisa mendapatkan tambahan keuntungan di sini. Jadi akan terjadi perputaran uang di desa,” kata Victoria.

Veronica juga menyambut baik dengan ditunjuknya Kopwan Nurfalah Pekka untuk mengelola pasar rakyat tersebut, dimana koperasi wanita (Kopwan) ini, menurut Infromasi yang terimanya merupakan Kopwan pertama dari 33 pasar rakyat yang ada di Lombok Barat yang diberikan kesempatan untuk mengelola pasar rakyat.

Hal ini menurut dia, merupakan harapan dan sekaligus tantangan buat Kopwan agar bisa mengelola pasar rakyat dengan baik. “Dengan adanya pasar rakyat ini semoga bisa mewadahi kepentingan ibu-ibu yang menjadi pedagang didesa Karang Bayan ini, tidak perlu lagi berjualan di pinggir jalan terkena terik matahari, dan kebasahan di kala hujan, ditambah dengan pengelolaan pasar rakyat,” pungkas Victoria.

Pada kesempatan tersebut ada salah satu pedagang, yakni Marsunin (43), menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah membangun pasar bagi mereka. Marsunin sendiri kesehariannya berjualan pakaian anak, sembako, dan daging di pinggiran jalan. Setiap hari harus dibuat repot dengan membawa barang dagangnya dari rumah ke tempat jualan, atau sebaliknya. “Terima kasih kita sudah dibangun pasar supaya jadi tempat kami usaha. Kalau dulu pulang pergi di pinggir jalan. Jadi repot. Makanya kita berterima kasih kepada pemerintah,” katanya.

Setelah menempati kios di Pasar Karang Bayan, Marsunin rencana ingin menambah barang dagangannya sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Namun, perempuan kelahiran 1976 ini berharap supaya diberikan bantuan modal usaha dari pemerintah. “Supaya maju lagi usahanya. Saya minta kalau bisa dibantu pinjamkan modal. Modal saya untuk jualan ini saja Rp 100 juta. Karena kita tidak bisa hanya jualan satu macam,” tutur Marsunin. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.