Kemenkop-UKM terus Upayakan Ketahanan Bisnis KUKM dalam Hadapi Bencana

pipnews.co.id, Banten – Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya, agar pelaku usaha di daerah dapat mempertahankan usahanya meski dilanda bencana. Sebab kenyataanya, apabila terjadi bencana,  upaya untuk mempertahankan usaha bagi UMK belumlah dilakukan secara optimal.

 Mengingat selama ini bila terjadi bencana KUMKM yang terdampak jumlahnya masih cukup anyak.  Disamping itu ketahanan bisnis koperasi dan UKM dalam menghadapi bencana juga masih lemah. Untuk itu, kedepan Kementerian Koperasi dan UKM akan terus berupaya untuk mengurangi risiko usaha agar dampak bencana bagi KUMKM dapat diminimalisir.

Demikian disampaikan Asisten Deputi (Asdep) Perlindungan Usaha Kemenkop dan UKM, Sutarmo, dalam acara Bimbingan Teknis Ketahanan Usaha KUMKM di Wilayah Bencana, di Pandeglang, Banten, Jumat, (12/4).

Sutarmo menambahkan, upaya itu dilakukan diantaranya dengan menyelenggarkan bimtek. Output dari bintek ini, yakni peserta akan memperoleh semangat untuk berusaha, peserta memperoleh praktik dalam pembuatan kue berbahan dasar tepung terigu  dari PT Sriboga Flour Mill, dan peserta akan difasilitasi memperoleh izin usaha.

Dalam bimtek peserta diberikan pembekalan motivasi mempertahankan bisnis dalam situasi terdampak bencana, pengurusan Izin usaha mikro kecil melalui sistem OSS dan praktek pengolahan makanan olahan berbahan baku tepung terigu bekerja sama dengan PT Sriboga Flour Mill.

“Kerja sama ini dengan memberikan praktek pengolahan makanan. Diharapkan UKM makin terampil, dan kreatif dalam menghasilkan produk makanan, mendapatkan bahan baku yang lebih murah dan mudah sehingga produk UMKM dapat bersaing di pasar dengan harga yang kompetitif,” ujarnya.

Selain itu, para peserta dihimbau untuk memanfaatkan konsultasi atau pendampingan yang ditawarkan oleh PT JEEMWE. Para peserta juga diharapkan agar menyusun rencana usaha, apa yang sudah dilaksanakan dan hasilnya seperti apa.

Dalam kesempatan tersebut turut disosialisasikan program strategis Kemenkop dan UKM dalam rangka penguatan usaha/daya saing yaitu Early Warning System (EWS), PLUT-KUMKM, Kemitraan Nilai dan Rantai Pasok dengan Usaha Besar, Rehabilitasi UMK Pasca bencana dan IUMK. Sekaligus Kemenkop dan UKM memberikan NIB dan IUMK kepada 2 (dua) pelaku usaha, yaitu Afiatun Inayah pemiliki usaha jamu tradisional dan Septia Maulida yang memiliki usaha pembuatan bros. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.