Kemenperin Luncurkan Program IFI Untuk Genjot Inovasi IKM Pangan

Pipnews.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin),menginisiasi pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) sektor pangan, agar bisa lebih berdaya saing global. Upaya strategis tersebut diwujudkan  melalui peluncuran Indonesia Food Innovation (IFI).

“Kami terus memacu IKM di Indonesia, supaya punya inovasi, baik itu dari produknya maupun proses produknya. Selain itu, kami mendorong mereka mengutamakan bahan baku utamanya dari sumber daya lokal,” kata Direktur Jenderal IKM dan Aneka (Dirjen IKMA), Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam siaran pers (27/8).

Gati menjelaskan, program IFI dapat menumbuhkan inovasi dan pengembangan (scaling up) bisnis, khususnya pada sektor IKM pangan. ” Jadi kami berharap mereka menjadi sektor usaha yang marketable, profitable dan sustainable,” imbuh Gati.

Gati mengemukakan peluang IKM pangan di Tanah Air masih terbuka lebar seiring.banyaknya sumber data manusia produktif yang berusia muda menjalanjankan wirausaha di sektor tersebut. Selain itu mulai.bermunculannya inkubator bisnis yang mencetak para starup, khususnya di sektor makanan dan minuman.

“Kami optimis, sektor IKM pangan dapat ikut andil dalam melakukan lompatan kemajuan  bagi ekonomi nasional. Sebab IKM makanan dan minuman selama ini memaikkan peranan penting sebagai komponen pemberdayaan masyarakat di Indonesia,” ungkapnya.

Kemenperin mencatat jumlah IKM makanan dan minuman di dalam negeri sebanyai 1,86 juta unit usaha atau 43,41% dari total unit usaha IKM secara keseluruhan. Bahkan IKM makanan dan minuman telah menyerap tenaga kerja hingga 4,11 juta orang.

“Melalui IFI kami ingin sektor IKM pangan menyiapkan diri dan mampu beradaptasi berinovasi, serta bisa membaca tren dan kebutuhan pasar dalam negeri maupun kancah global,” ujarnya.

Untuk itu IFI akan mendeklaraskan daya saing IKM pangan, khususnya bagi para pelaku produk pemula. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan yang tepat dari para ahlinya di bidang bisnis maupun teknis. Jadi diharapkan IFI dapat mempercepat meningkatkan kualitas teknis dan manajerial yang pada akhirnya dapat meningkatkan skala bisnis mereka.

Gati mengatakan, guna mencapai sasaran tersebut, perlu ada kerja sama antara pihak terkait untuk menciptakan IKM yang inovatif. “Kami juga mendorong seluruh pihak, diantaranya para.kepala dinas yang membidangi perindustrian, para ketua inkubator bisnis dan ketua asosiasi. untuk bersama sama menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru di bidang pangan.

Ditjen IKMA telah menyiapkan  banyak fasilitas bagi IKM yang lolos kurasi dari program IFI 2020. Peserta terpilih akan  mengikuti progeram Food Camp yang akan mendapatkan pelatihan dan mentoring dari para.pakar profesional untuk meningkatkan kapabilitas, baik dari segi aspek teknis maupun bisnis menuju IKM pangan modern.

Adapun dua katagori peserta, yang akan mengikuti coaching,  yaitu peserta dengan karagori produk antara (intermediate product) dan katagori produk pangan akhir ( end priduct) dengan uang tunai sebesar Rp 40 juta untuk juaraI, kemudian sebesar Rp 25 juta untuk juara II dan Rp 15 juta untuk juara III.

“Pemenang dari program ini, juga akan mendapatkan berbagai prioritas untuk mengikuti aksekerasi lanjutan pengembangan bisnis melalui coaching dan mentoring eksklusif scaling up usaha. Kemudian memperoleh sertifikasi HACCP (Hazard Analysus Critucal Control Points) atau sertifikat lain yang dibutuhkan dalam peningkatan daya saing serta mengikuti kegiatan pameran, investor matchmaking.

Kemenperin mengajak pelaku IKM pangan di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dan ikut serta dalam program IFI 2020. IKM yang berminat dapar mendaftar.melalui tautan Kemenperin.IFI.go.id. Informasi lebih lanjut terkait program tersebut dapat diperoleh melalui instagram @ifi kemenperin atau @ditjenikma. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.