Kemenperin Racik IKM Pangan Inovatif Lewat Kompetisi IFI 2020

Pipnews.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrin menginisiasi program Indonesia Food Inovasion (IFI) bagi Industri Kecil Menengah (IKM) pangan dengan melibatkan akademisi, praktisi dan industri pangan. Melalui Pembinaan dan pendampingan intensif di sisi tehnis dan bisnis oleh para pakar profesional, para peserta IFI 2020 diharapkan bisa meningkatkan kapabilitasnya dalam mengembangkan industrinya.

IFI merupakan program akselerasi bisin yang ditujukan bagi IKM pangan yang mempunyai inovasi produk dan/atau proses, serta menggunakan sumber daya lokal sebagai bahan baku  utamanya. “Sehingga IKM pangan ini siap untuk peningkatan skala bisnis menuju IKM modern yang marketable, profitable danm sustainable,” kata Direktur  Jenderal IKM dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam siaran pers di Jskarta (19/12).

Dari total 2.048 pendaftar, terpilih 40 IKM pangan yang terdiri dari10 kategori intermediate product dan 30 kategori end product. Sebanyak 40 IKM pangan ini telah mengikuti food camp pada bulan November dan mengikuti bebera tahapan penilaian lainnya selama food camp tersebut.

“Akhirnya terpilih 20 IKM dan kemudian dikerucutkan lagi menjadi tiga terbaik dari masing.masing kategori,” ungkap Gati. Seraya menambahkan tiga besar dari dua kategori ini dipilih berdasarkan nilai dari hasil penilaian selama mengikuti food camp dengan mempresentasikan pemahaman tentang implementasi food business process inprovement pada usaha mereka.

Kemudian peserta melanjutkan presentase tentang rencana business acceleration yang dinilai para pakar profesiknal di bidang pangan. “Ketiga IKM tersebut mendapat hadiah berupa uang pembinaan dan food business scale up yang meliputi coaching mentoring dan pasilitasi tiga aspek yaitu manajemen, legal dan networking,” imbuhnya.

Gati menjelaskan, coaching lanjutan tidak hanya diberikan kepada tuga IKM terbaik, tapi juga kepada 20 IKM terbaik yang mendapatkan berbagai prioritas untuk mengikuti akselerasi lanjutan pengembangan bisnis melalui coaching dan mentoring eksklusif scaling up usaha.

“Selanjutnya mereka memperoleh fasilitas sertifikasi HACCP atau sertifikat lain yang dibutuhkan dalam peningkatan daya saing serta mengikuti berbagai event pameran, investor macthmaking dan fasilitasi membership e-commerce global,” ujar Gati.

Menurutnya nilai tambah suatu produk mempunyai andil besar mendorong kemajyan IKM pangandi Indonesia. Di sampinping itu eksistensi inovasi dapat menjadi alat yang tepat dalam.menciptakan nilai tambah. “Untuk itu Ditjen IKMA mengambil langkah nyata dalam penguatan inovasi IKM pangan  melalui program IFI 2020, yang ditujukan untuk mendorong pemahaman IKM pangan mebgenai pentingnya branding yang dapat memberikan value dimata konsumen,” kata Dirjen IKM itu.

Kemenperin mencatat jumlah IKM pangan saat ini mencapai 1.86 juta unit usaha atau 43,41% dari total unit usaha IKM di Indonesia. Tentu mereka telah memberikan sumbangsihnya dalam kemajuan industri pangan nasional dan memainkan peranan penting dalam perekonomian Indonesia.

Lebih lanjut, produk IKM pangan Indonesia, terbuka luas untuk dapat memenuhi pasar dalam negeri dan juga untuk.masuk ke pasar ekspor. “Oleh karenanya IKM pangan diharapkan telah memiliki kesiapanbdan strategi yang, tepat dalam.meningkatjan kualitas, membangunkan branding, melakukan adaptasi memperkuat inovasi, serta mampu dalam nemvaca tren dan kebutuhan pasar saat ini,” kata Gati. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.