Nasional

Kementan Launching Smart Green House Guna Mendorong Pertanian Modern

Pipnews.co.id, Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan proyek Smart Green House untuk percontohan digiralisasi pertanian holtikultura berbasis internet of things di Politeknik Pembangunan Pertanian ( Polbangtan) Bogor, Jawa Barat akhir pekan  lalu (14/12).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan, smart green house tersebut merupakan salah satu implentasi dari smart agriculture yabf sedang dibangun Kementan.

Menurut Dedi dengan sistem Smart Green House, produktivitas tanaman holtikultura dapat diperoleh dengan maksimal. Sebab faktor mikroklimat yang terdiri dari suhu, kelembapan, cahaya dan nutrisi dapat dikendalikan secara optimal dan dijaga dalam level yang ideal.

“Misalnya, untuk holtikura suhu optimal adalah 15-20 derajat celcius. Ketika suhu di dalam green house kurang atau melebihi, sensor yang dipasang akan mengirim pesan untuk menggerakan blower dan kooling pen. Begitu juga untuk unsur mikroklimat lainnya,” kata Dedi Nursyamsi seperti dikutip dalam siaran pers (21/12).

Jadi lanjut Dedi, kalau tidak memenuhi produktivitas maksimal, green house ini akan berbicara melalui robot construction agar.mengoptimalkan suhu yang ada. Dari situ semua sistem bergerak.

Lantaran itu, Dedi yaki melalui smart green house, Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) seperti dicanangkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dapat terwujud baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan, smart green house merupakan cerminan dari implementasi.pertanian modern dengan mengedepankan basis teknologi artificial intelegen. “ Saya.mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, lebih khusus kepada Politbangtan yang telah mengakselerasi kehadian green house ini. Kita harus ingat, bahwa pertanian hari ini, kemaren dan masa depan adalah penopang ekobomi.bangsa,” kata Stahrul, saat peluncuran.

Menurut Syahrul, Sektor pertanian hanys.bisa diinterpensi melalui kemajuan, dan.perkembanfan, teknoligi modern. Pertanian tidak bisa diolah lagi debgan cara tradisional yang memakan biaya, tenaga, waktu dan juga pikiran. Sekadar informasi, smart green house merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) BPPSDMP dalam hal ini Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan). (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button