Kementerian Peratanian Dapat Apresiasi KPK Dalam Hal Pengelolaan Data Pupuk Bersubsidi

Pipnews.co.id, Jakarta – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) dalam pengelolaan data penyaluran pupuk bersubsidi.

Kementan telah memanfaatkan nomor induk kependudukan (NIK) sehingga pupuk bersubsidi dapat disalurkan secara akurat dan efektif. Hal itu disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri saat Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) 2020 di Gedung Kantor KPK Jakarta Rabu (26/8).

Ketua KOK Firli Bahuri mengatakan, utisilisasi NIK merupakan salah satu program yang menjadi fokus pencegahan korupsi. Ada lima program lainnya yang diterapkan, yakni e-katalog dan market place pengadaan barang dan jasa.

“Lalu keuangan desa, informasi, reformasi birokrasi dan penerapan manajemen anti suap. Serta online single submission dengan pemantauan digital dalam pelayanan izin usaha,” karta Firli dalam jumpa pers.

Kata dia, Kementan sebagai penyelenggara subsidi pupuk untuk petani disebut sudah mengedepankan prinsip pengadaan berbasis NIK. Hasil.pemadanan data Kemendagri, data petani dsn data pemberian subsidi pupuk (rencana definitif kebutuhan kelompok/RDKK) milik Kementan sudah sesuai lebih dari persen. Saat ini Kementan juga sudah menjalin kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Yakni untuk mengakses data Nik untuk.melanjutkan pendataan petani.

Sementara itu di tempat yang sama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sebuah diskusi tentang ANPK baru saja dilaksanakan dengan topik “Praktik Baik Pemanfaatan NIK untuk Program Subsidi Pemerintah”. Sebagai salah satu pembicara dalam diskusi, Syahrul mengucapkan terima kasih kepada Ketua KPK Firli Bahuri atas apresiasi yang.diberikan kepada Kementan. Menurut Syahrul pupuk merupakan salah satu variabel penting dalam pertanian.

“Pupuk merupakan hal yang menentukan dan sangat penting bagi pertanian kita (Indonesia). Pertanian kita melibatkan 34 juta petani dengan 7,46 juta hektare sawah, belum termasuk ladang dan lahan lainnya, semuanya menggunakan pupuk. Tentunya memerlukan sistem pengelolaan pupuk yang harus terus kita sempurnakan,” kata Syahrul.

Syahrul menyebutkan utisilisasi NIK dalam data penyaluran pupuk dapat terselenggara dengan baik. Hal ini berkat kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Kita menggunakan NIK bekerjasama dengan Kemendagri. NIK itu penting bagi kita sehingga berbagai hal seperti kesalahan dan tumpang tindih itu bisa kita hindarkan. Itulah yang membuat penyaluran pupuk subsidi bisa di atas 94 persen tepat sasaran,” jelas mantan dua periode Gubenur Sulsel itu.

Masih Syahrul, data merupakan hal krusial dalam pertanian. Karena itu pihaknya membangun sistem yang transparan dan terbuka untuk diperbaiki.

“Kami juga saat ini memiliki sistem data berbasis IT yang bisa memprediksi waktu dan lokasi.panen selain laporan yang manual yang saat terus jalan. Kami juga menggunakan survei independen,” kata Airlangga. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.