Nasional

Ketua Hipmi Mardani: Siap Berkolaborasi dengan Kemendag untuk Memaksimalkan Potensi UMKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H Maming mengatakan, pihaknya siap mendukung upaya pemerintah memberdayakan skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Tanah Air.

Hal itu dikatakan Mardani untuk menjawab ajakan berkolaborasi dari pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan kegiatan usaha yang dilakukan UMKM di manapun berada. “Melalui kekuatan Hipmi yang terkenal di semua provinsi, kami berkolaborasi memberdayakan UMKM,” kata Mardani melalui keterangan pers di Jakarta (3/3)

Kata dia, kolaborasi antara pemerintah, UMKM dan asosiasi serta para pengusaha memang sangat diperlukan bersinergi untuk mendorong pertumbuhan UMKM, yang memang merupakan pelaku usaha paling dominan di tanah air. “Lagi juga hal ini sekaligus juga untuk mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi serta mendukung langkah Kemendag memberdayakan UMKM agar bisa lebih berdaya saing, tidak saja lokal, tapi juga pasar ekspor.

Hipmi sendiri lanjut Mardani, juga mempunyai program kerja yang terkait dengan UMKM. Salah satunya berupa kerjasama dengan diaspora Indonesia di luar negeri untuk memasarkan produk produk UMKM Indonesia.

“Hal ini sekaligys juga bisa menjadi semangat untuk para pemuda yang ingin merintis memulai usahanya untuk bisa saling berkolaborasi. Sehingga produknya bisa mempunyai daya saing bukan hanya di dalam negeri, tapi juga harus bisa go internasional,” kata Mardani.

Menurut Mardani, yang juga mantan Bupati Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu, peran UMKM saat ini sangatlah penting untuk bisa menggenjot perekonomian. Kata dia, praktis jika UMKM bisa berkembang, pasti akan bisa menyerap tenaga kerja.

“Tidak bisa dipungkiri lagi, dengan adanya pandemi perekonomian Indonesia terdampak. Banyaknya perusagaan yang tidak bisa bertahan hingga memutuskan PHK pekerjanya mengakibatkan pengangguran di Indonesia kian bertambah,” imbuhnya lagi.

Ke depan ini lanjut Mardani, Hipmi akan membuat program pelatihan buat UMKM agar bisa berdaya saing dengan mengoptimalkan penggunaan digital. Untuk mensukseskan hal itu, maka Badan Pengurus Cabang atau BPC Hipmi seluruh Indonesia harus saling berperan berkolaborasi dengan para UMJM setempat.

Menutup penjelasannya, Mardani mengutip catatan Kadin Indonesia, yang menyebut selama ini kontribusi ekspor UMKM masih rendah, dikisaran 15-16%. Meski tidak bisa dipungkiri penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM menjadi salah satu yang tertinggi. (Yannes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button