Nasional

Ketua Komisi VI DPR : Pemerintah Dinilai Tidak Serius Bina Koperasi dan UKM

Pipnews.co.id, Jakarta 4 Oktober 2018

Ketua Komisi VI DPR-RI Teguh Juwarno, mengatakan pemerintah kurang perhatian terhadap pembinaan koperasi dan Usaha Kecil dan menengah (UKM). Hal itu setidaknya tergambar dari rendahnya anggaran APBN yang disediakan untuk membina dan mengembangkan Koperasi dan UKM.

Sebagai contoh, ia menunjuk pagu anggaran tahun 2019 untuk Kementerian Koperasi dan UKM, besarnya kurang dari Rp1 triliun untuk seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam membina sektor koperasi dan UKM.

“Pernyataan pemerintah yang mengatakan bahwa akan berkomitmen untuk pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah ini, tidak terwujud dalam politik anggaran,” ujar Teguh di kantornya gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta (3/10/2018)

Menurut Teguh yang berasal dari Fraksi PAN ini, pihaknya merasa prihatin dan berkomitmen untuk terus mengingatkan pemerintah, serta mengingatkan eksekutif, jika memang serius berpihak kepada koperasi dan UKM, harus ditunjukkan dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk membina dan mengembangkan sektor tersebut.

“Dalam melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap sektor koperasi, UKM termasuk pengembangan wirausaha muda, setidaknya membutuhkan anggaran diatas Rp1-2 triliun. Tetapi kenyataannya jauh di bawah itu,” imbuhnya lagi.

Ia mengatakan bahwasanya sektor UKM mampu tetap bertahan ketika krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1998. Bukan tidak mungkin, sektor ini pula diyakini akan kembali mampu bertahan terhadap terpaan dolar AS yang hampir menyentuh angka Rp15.000.

“Kawan-kawan yang pada umumnya mengandalkan bahan baku lokal, relatif bisa bertahan. Tetapi sekali lagi komitmen pemerintah terhadap mereka masih setengah-setengah,” ujar legislator dapil Jawa Tengah ini. (Yan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button