Nasional

Ketua MPR RI : Pengembangan Pariwisata Danau Toba Harus Berpihak Pada UMKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan, untuk mewujudkan percepatan pariwisata Danau Toba tidak boleh hanya terpaku pada metode dan cara konvensional. Dibutuhkan kreasi dan inovasi, selain juga perlu dibangun kesadaran kolektif dukungan masysrakat dari berbagai daerah. Karena Danau Toba bukan hanya milik masyarakat Sumatera Utara, melainkan milik bangsa Indonesia.

“Sebagai manifestasi dari konsep negara kesatuan, setiap daerah harus saling menopang satu sama lain dalam berbagai aspek, termasuk pengembangan pariwisata. Kerjasama konstruktif sebagai wujud gotongroyong antar masyarakat daerah akan menjadi pondasi yang memperkokoh ikatan kebangsaan, khususnya dalam membangun optimisme dib tengah suasana keprihatinan akibst pandemi Covid-19,” kata Bamsoet dalam pelantikan DPW Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Provinsi DKI Jakarta 2021-2026 secara virtual dari ruang kerja Ketua MPR RI Jakarta (2/4).

Di disisi lain lanjut Bamsoet  konsep pengembangan pariwisata Danau Toba ini, juga harus ada keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di seputar danau toba itu.

“Soalnya, dari sekitar 6.000 UMKM yang tersebar seputar persiran Danau Toba di tujuh kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, Karo dan Dairi semuanya menggantungkan hidupnya dari ekonomi sektor pariwisata,” kata Bamsoet.

Keberpihakan pengembangan kepada pelaku UMKM ini, menurut Bansoet, tidak  harus selalu dibantu dengan pendanaan atau peluangpemberian usaha, tapi juga boleh dikolaborasikan dengan program pembinaan yang ada di Kementerian Pariwisata dsn Ekonomi Kreatif. Seperti misalnya UMKM itu bisa disinergikan dalam pelaksanaan Gerakan Nasional (Germas) Bangga Buatan Indonesia (BBI).

“Selanjutnya, kolaborasi ini, juga bisa dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi semacam jembatan dalam memasarkan produk produk UMKM di seputar kawasan Danau Toba itu. Sebab di sana juga banyak produk UMKM berkualitas dan menarik yang bisa dijadikan sebagai bsrang souvenir bagi wisatawan yang datang berkunjung kesana,” ujar Ketua MPR RI itu.

Mengutip siaran pers, mantan Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada periide November 2020, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara mengalami penurunan drastis dibandingkan periode yang sama tahun 2029. Dari 22.128 kunjungan turun menjadi 1.366 kunjungannturun sebesar 93,83%. Pada periode yang sama tingkat hunian kamar hotel berbintang juga hanya terisi 34,41%.

“Tak hanya Sumatera Utara, secara nasional jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indinesia, juga turun drastis. Dari 1,29 juta kunjungan pada Januari 2020 menjadi hanya 141.260 kunjungan pada Januari 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel kelas berbintang pada Januari 2021 hanya tercatat sekitar 30,35%. Turun dibandingkan Januari 2020 yang mencapai 49,17%. Ini antara lain karena penutupan penerbangan internasional akibat terdampak pandemi Covid-19,” imbuh Bamsoet.

Turut hadir dalam acara pelantikan ini, antara lain Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria, Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung, Ketua DPW KMDT DKI Jakarta  Hasudungan Sihombing dan Ketua DPW KMDT Sumatera Utara Binari Manurung. (Yannes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button