Koperasi Abdi Kerta Raharja Sukses Melayani Kredit UMI Kepada Anggotanya

Pipnews.co.id, Tangerang 7 Mei 2018

Kredit usaha mikro (UMI) yang merupakan program baru pemerintahan untuk menggerakkan sektor riil dari level terbawah terbukti mampu memperkuat modal usaha bagi anggota koperasi. Wajar jika kredit dengan skema seperti ini diminati pedagang cilik yang tergabung dalam keanggotaan koperasi. Soalnya, persyaratannya tak berbelit-belit, sehingga mereka mudah untuk mendapatkan kredit UMI..

Seorang pedagang kecil yang sudah pernah mendapat pelayanan Kredit UMI adalah ibu Komariah, anggota Koperasi Abdi Kerta Raharja, Tigaraksa, Tangerang, Banten. Ia mengaku, memang cukup mudah mengakses Kredit UMI, maka ia kembali mengajukan pinjaman baru ke Koperasi Abdi Kerta Raharja..

“Kali ini saya mengajukan kredit UMI sebesar Rp3 juta untuk menambah modal usaha sembako. Soalnya, pada bulan puasa waktu dekat ini, orang banyak yang butuh,” tutur Ibu Komariah, di kantor Koperasi Abdi Kerta (5/5/2018).

Hal senada juga dikatakan Munawaroh, seorang pedagang jajanan pasar, juga meminta agar diberikan kredit buat tambahan modal usaha. “Ya, saya juga mengajukan kerdit UMI untuk tambahan modal,” ujarnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Manajer Pemasaran dan Mal Koperasi Abdi Kerta Raharja, Abdul Haer, memperkirakan banyak anggota yang akan mengajukan kredit menjelang Bulan Puasa ini. “Untuk itu, kami sudah antisipasi bakal banyak anggota yang mengajukan kredit,” jelasnya.

Tahun sebelumnya, ia mengaku sempat mengerem kredit saat Bulan Puasa karena khawatir kredit tersebut dipakai buat kebutuhan konsumtif bukan kegiatan produktif. Namun, setelah memantau langsung, pihaknya mengevaluasi kembali dengan membuka kran kredit untuk anggota saat Bulan Ramadan.

Ia mencontohkan anggotanya yang berjualan dodol di daerah Tangerang yang biasanya hanya menghabiskan beberapa kuintal bahan baku. Pada Bulan Puasa, anggotanya itu bisa menghabiskan berton-ton bahan baku. “Inikan membutuhkan suntikan modal,” jelasnya.

Terkai dengan kredit UMI. Abdul mengaku, dengan difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM, Koperasi Abdi Kerta Raharja mendapat guyuran kredit UMI sebesar Rp10 miliar dari Perusahaan Investasi Pemerintah (PIP). Kredit UMI ini langsung disebar ke para pedagang nasi uduk, bakso, cilok, warung, petani dan sebagainya yang bertebaran di wilayah Banten, Tangerang dan Bogor.

Sedang besaran pinjaman kredit UMI , antara Rp1 s/d Rp5 juta, Para pedagang umumnya mengembalikan kredit UMI cukup baik sehingga nyaris tak ada tunggakan. “Alhamdulillah, tak ada yang menunggak alias ngemplang,” jelasnya.

Hal itu mendorong penerimaan yang masuk ke koperasi berkisar Rp1,5 miliar/pekan. Kepatuhan pedagang mengembalikan kredit UMI tergolong tinggi selain karena kesadaran mereka sendiri, pihaknya juga aktif melakukan pendampingan terhadap para anggota.

“Setelah mendapat kredit UMI, kami tidak lepas begitu saja. Kami tetap mendampingi mereka, sehingga tahu dengan betul kesulitan yang mereka hadapi,” ujarnya. Seraya menambahkan. dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengajukan kredit UMI kembali sebesar Rp15 miliar ke pemerintah dan berharap bisa disetujui secepatnya. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.