Koperasi Akan Terus Didorong Memperbesar Kontribusi Terhadap PDB

Pipnews.co.id, Surabaya 15 Desember 2017

Saat ini, kontribusi koperasi pada perekonomian nasional hanya sekitar 4%. Padahal, koperasi merupakan salah satu kekuatan dan tulang punggung perekonomian masyarakat. Lantaran itu, tidak ada alasan koperasi harus terus didorong untuk meningkatkan perannya terhadap PDB (produk domestik bruto) nasional.

Menteri Koperasi dan UKM AA Gusti Ngurah Puspayoga mengatakan tahun depan, anggaran Kementeriankop-UKM akan fokus pada sejumlah program yang dinilai efektif mendongkrak kinerja koperasi nasional. Melalui peningkatan kinerja ini diharapkan kontribusi koperasi terhadap PDB naik menjadi 6 persen.

Kata Puspayoga, APBN dan APBD harus benar-benar dipikirkan agar bagaimana dapat mendorong koperasi dan kewirausahaan. “Karena itu merancang APBD harus sejalan dengan meningkatkan pertumbuhan koperasi dan pertumbuhan ekonomi,” kata Puspayoga pada pembukaan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Koperasi dan UKM di Surabaya, Kamis (14/12/2017).

Dia mengatakan, koperasi merupakan usaha bersama berbasis masyarakat yang dapat berperan penting menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru. Dalam jangka panjang, koperasi harus berperan meningkatkan serapan tenaga kerja sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.

Data yang dihimpun Kemenkop-UKM menunjukkan perang koperasi pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional secara konsisten menunjukkan peningkatan. Pada 2014, kontribusi koperasi terhadap PDB hanya 1,7%.

Pada tahun lalu, kontribusi koperasi tercatat naik lebih dari dua kali lipat atau mencapai 3,9%. Dari angka ini, Puspayoga menargetkan kontribusi yang lebih tinggi melalui penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Anggaran APBN Kementerian Koperasi itu tidak besar karena memang ini kementerian kebijakan, bukan kementerian teknis. Karena jumlahnya kecil, harus diarahkan fokus pada program [besar], jangan dibagi-bagi sedikit-sedikit ke program kecil,” jelas Puspayoga.

Puspayoga juga menyatakan, saat ini Kemenkop-UKM bersama Kementerian Keuangan tengah menggodok ketentuan penurunan bunga KUR menjadi 7% pada tahun depan dari 9% pada tahun ini. kebijakan tersebut diharapkan dapat lebih mendongkrak perekonomian rakyat.

“Bunga KUR perlahan kami turunkan, dulu sempat 22% sekarang 9%, dan tahun depan akan diturunkan lagi menjadi 7% sesuai arahan Bapak Presiden [Joko Widodo]. Kebijakan ini harus benar-benar dimanfaatkan,” jelasnya.

Pada tahun depan, pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp120 triliun atau naik sekitar 9% dari target sepanjang tahun ini sebesar Rp110 triliun. Untuk dapat mencapai target tersebut, Kemenkop-UKM akan menggandeng 60 koperasi untuk membantu menyalurkan KUR. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.