Koperasi Bisa Berperan Tekan Angka Pengiriman TKW Ilegal

Pipnews.co.id, Tulungagung – Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga mengatakan apabila koperasi dikelola secara baik (berkualitas) akan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan begitu peran koperasi bisa menekan angka pengiriman tenaga kerja Indonesia, maupun wanita (TKI/TKW) secara ilegal ke luar negeri.

Pernyataan itu disampaikan Puspayoga saat menyerahkan secara simbolis akta pendirian 820 koperasi se-Kabupaten Tulungagung, Blitar dan Kediri, Bantuan KUR, dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi dan UKM di Hotel Crown Victoria, Tulungagung, Jatim, Sabtu (22/9).

“Dengan lapangan kerja meningkat, maka pertumbuhan ekonomi kita juga meningkat. Dan masalah TKI atau TKW gak perlu lagi kerja keras ke luar negeri karena lapangan kerja sudah tersedia,” ujar Puspayoga.

Selain Menkop hadir juga Anggota Komisi X DPR RI sekaligus Ketua Koperasi Sekunder Bushido Perwira Nusantara Titik Prasetyowati Verdi, Plt Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Untung Tri Basuki, Dirut LLP-KUKM Emilia Suhaimi, dan Asdep Pengembangan Kewirausahaan pada Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM Budi Mustopo.

Menurut Menkop, Tulungagung merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang mencatat sumbangan devisa tertinggi dari pengiriman jasa tenaga kerja ke luar negeri, yakni sebesar Rp 13 triliun per tahun. Namun angka perceraian di daerah ini juga tertinggi dari seluruh Indonesia. Dimana angka tersebut dipicu oleh keinginan warga untuk mencari pekerjaan ke luar negeri.

Menkop menambahkan, percuma kita bilang jangan ke luar negeri tapi kalau lapangan kerja tidak ada bagaimana? Maka solusinya harus mengejar pertumbuhan ekonomi agar lapangan kerja meningkat untuk menurunkan pengangguran, termasuk untuk menurunkan angka TKI/TKW tadi. “Nah, salah satunya solusinya ya koperasi. Untuk itu saya harapkan bapak-ibu yang hadir di sini untuk kita saling bergandengan tangan,” tandas lagi.

Masih dikatakan Puspayoga bahwa pihaknya mengapresiasi dengan tumbuhnya koperasi berkualitas memiliki tujuan mulia. Yakni mampu menopang ekonomi masyarakat anggota, sehingga tidak “menjual” TKI/TKW ke luar negeri. “Walaupun dampak positifnya ada, tapi dampak negatifnya itu sampai tadi yang dibilang “dijual” TKI kita apalagi yang berasal dari sini, itu kan sakit kita,” sambungnya.

Puspayoga menuturkan upaya kementeriannya menciptakan koperasi berkualitas yakni melalui gerakan Reformasi Total Koperasi, dengan mengubah paradigma pengembangan koperasi tidak lagi diorientasikan pada peningkatan jumlah koperasi, tapi berorientasi ‎pada peningkatan kualitas koperasi. Koperasi tidak perlu banyak, tapi yang penting bisa memberikan manfaat pada lebih banyak anggota. “Mari kita jaga ini, kita urus dengan baik supaya tujuan baik kita bisa tercapai melalui koperasi ini,” tandasnya.

Sementara itu menurut Titik Prasetyowati Verdi Anggota Komisi X DPR RI yang sekaligus Ketua Koperasi Sekunder Bushido Perwira Nusantara, menginisiasi berdirinya 820 koperasi dari tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Tulungagung, Blitar dan Kediri. Ia mengaku terdorong karena melihat banyak kasus yang menimpa TKW Indonesia di luar negeri. Mulai dari kasus perdagangan orang, korban pembunuhan, yang berimbas pada tingginya angka perceraian khususnya di Kabupaten Tulungagung.

“Terima kasih sudah ada koperasi berdiri dan pelatihan yang sedang diikuti hari ini. Supaya mengangkat harkat wanita Indonesia dan memperkecil rating perceraian di sini,” ujarnya.

Titik menambahkan dengan masuknya koperasi ini kalau bisa jangan lagi jadi TKW dari pada nanti menimbulkan penderitaan bagi keluarga di sini. Mudah-mudahan dengan berdirinya koperasi ini bisa menjadi manfaat bagi masyarakat. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.