Nasional

Koperasi dan UMKM Mampu Mengurangi Kesenjangan Ekonomi Indonesia

Pipnews.co.id, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai 5,2% lebih. Sayangnya, pertambahan kenaikan itu belum merata sehingga dampaknya masih kurang dirasakan masyarakat. Untuk menanggulangi hal tersebut, peran koperasi dan UMKM harus terus ditingkatkan guna mengurangi kesenjangan itu.

“Kalau belum merata, apa yang harus kita lakukan? Yang harus dilakukan adalah peran koperasi dan UMKM harus ditingkatkan untuk mengurangi kesenjangan itu,” tegas Meliadi Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, dalam Rapat Anggota Tahunan XXXVIII Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) Tahun Buku 2017 di Jakarta, Sabtu (21/7).

Pada kesempatan tersebut, Meliadi pun mengilustrasikan jika jumlah koperasi primer anggota Inkud yang mencapai 9.437 unit, dengan anggota sebanyak 13,4 juta orang. Kemudian angka tersebut dikalikan 4 orang per keluarga, maka jumlahnya menjadi 53,6 juta orang di bawah Inkud. “Kalau koperasi berjalan dengan baik, sudah bisa menangani 53,6 juta penduduk kita. Itu baru koperasi yang di bawah Inkud saja sudah bisa mengurangi kesenjangan,” jelasnya.

Masih jelas Meliadi, hal lain yang harus dilakukan untuk meningkatkan koperasi dan UMKM Indonesia, koperasi harus berkonektivitas dengan anggotanya. Kerja sama yang kerap dilakukan oleh induk koperasi dengan berbagai negara harus dapat memberikan manfaat terhadap anggota. “Jangan sampai sibuk kerja sama tetapi lupa kepada anggota. Itu saya ingatkan!” tegasnya.

Dalam acara yang dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriardi, Ketua Harian Dekopin, Agung Sudjatmoko, Excetutive Pulau Pinang Malaysia, Dato Abdul Bin Hussain, dan Ketua Umum Inkud Herman Y.L Wutun, Meliadi berharap agar pelaksanaan RAT tersebut dapat menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang berkualitas. Selain itu, kinerja INKUD juga harus ditingkatkan melalui pelayanan yang optimal dan partisipasi anggotanya.

“Kedepan kita ingin membangun koperasi yang berkualitas. Artinya koperasi mampu menjadi badan usaha yang dapat menjalankan kaidah-kaidah umum yang berlaku dalam dunia bisnis, sekaligus menjadi koperasi yang taat asas dan konsisten dalam melaksanakan prinsip-prinsip koperasi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Induk KUD, Herman Y.L Wutun, menyampaikan bahwa dalam upaya peningkatan koperasi dan pelaksanaan program strategis, ada tiga prinsip koperasi yang harus ditegakkan dalam menjalin kerjasama dengan mitra strategis diantaranya yaitu jujur, adil, dan transparan.

“Kalau kita bermitra tidak jujur, satu hari sudah selesai. Maka kejujuran menjadi nomor satu. Jujur artinya ambil apa yang menjadi hak kita. Yang bukan hak kita, jangan kita ambil. Kedua adalah adil. Adil artinya bukan berarti bagi rata. Di koperasi kita mengenal proporsional. Siapa menyimpan besar, dapat besar, siapa menyimpan sedikit, dapat sedikit. Ketiga, transparan atau terbuka. Artinya terbuka terhadap sesuatu yang memang harus dibuka,” pungkas Herman. (Slamet AW).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button