Koperasi Pengelola Pasar Diminta Tingkatkan Kinerja Profesional dan Ciptakan Kondisi Pasar yang Modern

pipnews.co.id, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM telah mengubah kondisi pasar yang sebelum kumuh menjadi rapi, modern dan layak bagi pedagang dan nyaman bagi pembeli. Hal tersebut terlaksana elalui program Revitalisasi Pasar Rakyat. Sedangkan untuk pengelolaannya dipercayakan kepada koperasi. Melihat penting dan perannya pasar sebagai pusat moilitas ekonomi, maka koperasi sebagai pengelolanya diminta cakap dan inovatif agar mampu bertahan lama dan berkembang.  

Namanya saja program keberpihakan, sehingga yang mendapatkan prioritas program revitalisasi pasar dari Kemenkop dan UKM ini adalah pasar rakyat yang dikelola oleh koperasi. Sejak program ini digulirkan pada 2003, tercatat sebanyak 789. Khusus pada tahun ini pasar yang mendapat guliran program adalah 53 pasar rakyat.  Sesuai juknis, setelah pasar selesai dibangun atau direvitalisasi tetap harus dikelola oleh koperasi. 

Dengan revitalisasi pasar rakyat maka tujuan mengubah pasar yang tadinya becek. kotor dan bau, akan menjadi lebih rapi. Kios-kiosnya, tempat sampah, drainase, sirkulasi udara, parkir semua ditata sehingga menjadi nyaman dan memudahkan orang berbelanja. Nah dengan kondisi pasar  yang sudah lebih baik, koperasi pengelola pasar sudah harus memberikan manfaat pada anggotanya. Demikian diungkapkan Staf ahli Menkop dan UKM, Herustiati, dalam acara Sinergitas Sosialisasi Penajaman Program Tugas Pembantuan Revitalisasi Pasar dan Penataan PKL, di Jakarta Selasa (9/4).

Herustiati menambahkan, bahwa kenyataan kinerja sebagian besar koperasi pengelola pasar dari program tersebut masih belum sesuai harapan. Hal ini diantaranya terlihat dari jenis usaha yang dilalukan koperasi pengelola pasar, sebagian besar masih mengandalkan sewa kios dan los, retribusi dan jasa parkir. Padahal di luar itu, banyak jenis usaha yang bisa dilakukan koperasi, misalnya distribusi barang dan jasa, jasa akuntansi, permodalan dan pengepakan (packaging).

“Tapi ternyata dari 789 pasar rakyat yang sudah direvitalisasi, kinerja sebagian besar koperasi pengelola pasar belum optimal atau sesuai harapan kami, sebagian besar masih mengandalkan sewa kios retribusi dan parkir,” ujarnya. 

Masih kata dia, program revitalisasi pasar rakyat dan penataan sarana usaha kawasan PKL, mendapat apresiasi dari pelaku UKM, mengingat program tersebut dianggap telah memperbaiki dan meningkatkan sarana ekonomi yang selaras dengan upaya pemerataan, pembangunan hingga memperluas  kesempatan kerja.”Memang masih diperlukan peningkatan kualitas manajemen tata kelola terhadap koperasi pengelola pasar rakyat,” tandas Herustiati.

Padahal pengelola pasar yang profesional diharapkan dapat mengubah stigma tentang pasar rakyat, dari pasar yang kumuh menjadi pasar yang penuh pesona, atraktif, dan memberikan tempat yang layak berjualan bagi pedagang, dan layak belanja bagi pembeli. Selain itu memberikan outcome, khususnya peningkatan omset penjualan pedagang maupun penyerapan tenaga kerja.

Karenanya kata Heru, pada tahap awal diberikan stimulasi pembangunan fisik melalui pola tugas perbantuan, dengan harapan daerah semakin partisipatif. Tahapan kedua dilakukan peningkatan profesionalisme melalui pendampingan manajemen. Tahap selanjutnya dilakukan berbagai upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas, sehingga ke depan koperasi pengelola pasar rakyat mampu mewujudkan pasar bercorak modern dan mandiri. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.