Koperasi Peran Serta Wanita Sukabumi Sosialisasikan Sertifikat Halal untuk Produk UMKM

Pipnews.co.id, Sukabumi – Koperasi Peran Serta Wanita (Koperwan) Sukabumi menggelar pameran produk halal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tingkat Jawa Barat di Auditorium Center Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jabar. Pameran berlangsung selama dua hari (16-17/11-2020).

Pameran yang dibuka oleh Pjs Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad ini, dihadari Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Prajarto. Di sana juga hadir puluhan pelaku UMKM yang datang dari berbagai kecamatan di Sukabumi.

“Tapi tidak hanya sekadar pameran, kegiatan yang mengusung tema “Dengan Produk UMKM yang Bersertifikat Halal, Mutu Produk dan Kepuasan Konsumen Akan Meningkat”, sekaligus juga dijadikan ajang sosialisasi bagi pelaku UMKM tentang perlunya sertifikat halal bagi produk UMKM maupun koperasi,” kata Ketua Umum Koperwan Evie Maysaroh, selaku panitia pelaksana pameran.

Sementara itu, Pjs Bupati Raden Gani Muhamad dalam sambutannya mengatakan, momentum pameran produk halal dan sosialisasi sertifikasi halal merupakan momentum untuk meningkatkan mutu, produk UMKM di Jawa Jawa Barat, khususnya Kabupaten Sukabumi.

“Dengan adanya label bersertifikasi pada produk UMKM diyakini dapat meningkatkan kepercayaan dan sekaligus kepuasan para konsumen, yang tentunya juga berbanding lurus dengan naiknya kesejahteraan pelaku UMKM,” kata Raden Gani.

Selain itu lanjut Gani, dengan adanya kunjungan pejabat dari pusat, dalam hal ini petinggi dari Kementerian Koperasi dan UKM, produk UMKM dari Jawa Barat dan Sukabumi dapat dilihat langsung pejabat pusat.

Pjs Bupati ini, juga mengapresiasi atas terselengganya kegiatan pameran dan sosialisasi sertifikasi produk halal tersebut. Dia mengharapkan kegiatan seperti ini dapat mendorong mempercepat pemulihan ekonomi di daerah, dan bahkan juga ekonomi nasional.

[22:05, 11/19/2020] Pak Yanes: Sementara Luhur Prajarto mengatakan, kegiatan pameran dan sosialisasi oleh Koperwan merupakan wujud keberpihakan penyelenggara kepada UMKM. Saat ini dalam skala nasional, UMKM pun ikut terdampak pandemi Covid-19.

“Sosialisasi sertifikat halal ini kegiatan luar biasa manfaatnya karena dapat mendorong pelaku UMKM menguasai proses pembuatan sertifikasi halal,” kata Luhur, yang juga mantan Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM.

Ia menjelaskan, pembuatan produk halal itu cukup kompleks. Sebab prosesnya harus halal sejak awal sampai akhir. Sebagai contoh, produk olahan daging ayam, proses pemotongan dan pengolahannya harus syar’i untuk dapat disebut produk halal.

“Sertifikat hakal itu sangat penting, Produk yang telah tersertifikasi halal akan berpengaruh besar terhadap omset usaha. Pelaku UMKM yang produknya sudah bersertifikasi halal akan memiliki omset usaha yang terus meningkat,” pungkas Luhur. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.