Koperasi Perikanan di Sorong Berpotensi Maju karena Miliki Peluang Pasar Sangat Lebar

pipnews.co.id, Sorong – Peluang pasar bagi koperasi perikanan di Sorong, Papua Barat, masih sangat terbuka lebar. Mengingat besarnya permintaan pasar yang hingga kini masih belum terpenuhi, baik dari usaha penangkapan maupun dari usaha budidaya ikan

Menurut Ketua Koperasi Serba Usaha Gomon Sinar Moi Sorong, Budiono, di Sorong – Papua Barat, Jumat (22/02) mengatakan, sampai saat ini koperasinya yang bergerak dalam usaha budidaya ikan, penangkapan dan pemasaran ikan, belum mampu memenuhi permintaan pasar yang begitu besar. “Produksi kita kalau dibudidaya masih sekitar 7 ton untuk komoditas nila dan lele sementara permintaan pasar sudah menembus angka 20an ton. Artinya kalau kita mau memenuhi suplai dari mall saja minimal harus punya 15 ton dalam jumlah kontinyu,” jelasnya.

Budiono menambahkan koperasinya efektif baru dapat berproduksi di usaha penangkapan ikan setelah mendapatkan bantuan kapal baru yang beroperasi setahun terakhir. Kata dia koperasi yang beranggotakan sekitar 170 nelayan itu, berharap bisa menambah kolam pembesaran budidaya ikan karena dari sisi SDM, lahan, pemasok, dan pasar tersedia dengan pasti. “Kalau untuk menambah luas kolam kalau menggunakan cangkul kita agak kesulitan. Makanya supaya lebih cepat produksi 20-30 ton perbulan itu kita memang harus pakai alat berat.

Masih jelas Budiono, SDM ada yang mau mengelola perikanannya dan lahan punya, pangsa pasar jelas. “Hanya kendalanya di faktor pembuatan kolam karena biayanya agak gede. Tetapi koperasi kami telah sukses mengantongi omzet hingga Rp100 juta perbulan dari usaha perikanan seperti budidaya, pakan dan pemasaran ikan,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong La Ole mengatakan, Koperasi Gomon Sinar Moi menjadi salah satu KSU yang tergolong sukses di wilayahnya. “Kalau untuk Kabupaten Sorong, koperasi aktif tiap tahun memang meningkat. Sekarang 83 dari 133 koperasi aktif di Sorong,” katanya.

Pihaknya juga terus memberikan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan kepada para pelaku koperasi dan UKM di Kabupaten Sorong, “Kami juga terus memberikan pelatihan sosialisasi tentang manajemen dan prinsip perkoperasian bagi pengurus dan anggota koperasi,” katanya lagi.

Bantuan perkuatan modal juga terus diberikan sebagai “capital seed” terutama bagi usaha yang baru saja dikembangkan. Ia menargetkan setiap distrik atau kecamatan ada satu koperasi yang sehat dan berkembang dengan baik.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring didampingi Plh Asdep Perikanan dan Peternakan Devi Rimayanti juga melakukan kunjungan ke KSU Gomon Sinar Moi dan KUD Tani Makmur. Kunjungan itu dilakukan sebelum menghadiri Temu Akbar Nelayan Nasional II Tahun 2019, di Sorong-Papua Barat,  Jumat (22/02). 

Menurut Meliadi berbagai bidang usaha bisa dilakukan dalam koperasi, antara lain pengadaan BBM, perbekalan untuk kebutuhan melaut dan bidang usaha lainnya. Keberadaan koperasi akan memberikan kemampuan bagi nelayan untuk menjalin kemitraan dan bersinergi dari berbagai pelaku usaha lainnya dari hulu ke hilir. “Saya yakin sektor perikanan dapat semakin berkembang asal dilakukan secara bersama-sama. Untuk itu saya menyarankan agar nelayan untuk berkoperasi sebaik-baiknya secara bersama-sama,” tegas Meliadi. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.