Nasional

Koperasi Setia Budi Wanita Malang yang Diketuai Dr Sri Untari Bisowarno MAP, Masuk Jajaran 100 Koperasi Besar Indonesia   

Pipnews.co.id, Jakarta – Keceriahan tampak pada wajah mereka yang berkumpul di lantai 4 Gedung Smesco Jakarta. Tempat berlangsungnya perhelatan penganugerahan penghargaan Koperasi Besar Indonesia (KBI), sekaligus peluncuran Buku 100 KBI oleh menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Para peserta itu tidak lain pengurus atau pengelola koperasi-koperasi besar dari se-antero Nusantara. Kegembiraan mereka terluap karena kinerja koperasi yang dikelolanya selama ini telah tumbuh, berkembang dan maju, sehingga misi menyejahterakan anggota pun tercapai. Atas kerja keras itulah apresiasi datang dari berbagai pihak. Khususnya lembaga swasta yang peduli (Majalah Peluang) dan juga pemerintah sebagai pembina.   

Salah satu penerima penghargaan yang tampak semringah itu adalah pengelola koperasi wanita dari Malang Jawa Timur. Ya, Ketua Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang, Dr Sri Untari Bisowarno MAP. Tokoh koperasi yang sudah malang melintang di jagat koperasi ini, mengaku bersyukur masih menjadi pelopor koperasi wanita.

Tak dipungkiri, ia berada di tengah-tengah aula tersebut berkat koperasinya yang berprestasi. Meski dalam guncangan di tengah wabah Covid-19 kedudukan koperasi tetap mentereng. “Syukur alhamdulillah walau pandemi masih melanda, koperasi kami tetap mengalami kenaikan, baik aset, omset dan SHU. Untuk SHU naik 4 persen, omset dan aset juga naik walau hanya 3 persen, tetapi di tengah situasi sulit seperti ini bertahan saja sudah bagus, dan kami tetap ada kenaikan,” tuturnya pada pipnews.co.id, usai turun dari panggung kehormatan menerima piagam pernghargaan, Selasa (23/2).

Kinerja koperasi yang anggotanya didominasi kaum hawa berjumlah sekitar 10 ribu ini, menerapkan pola tanggung renteng. Pola unggul yang diakui telah membuat koperasinya maju. Bahkan kata dia, pola tersebut sudah teruji dan dibuktikan fakta, baik secara uji lapangan maupun akademik.

“Kami tetap menggunakan pola tanggung renteng karena skema ini yang paling bagus. Bahkan sistem tanggung renteng ini saya jadikan desertasi untuk jenjang doktoral di Universitas Brawijaya. Saya pun dinyatakan lulus oleh para profesor yang menguji dan menobatkannya sebagai doktor,” ujarnya lagi.

Sedang yang dimaksud uji lapangan, Koperasi SBW terbebas dari bayang-bayang kredit macet. Imbuh Sri Untari pola tanggung renteng membuat antar anggota saling membantu dan menopang satu sama lain. Yakni utang anggota dijamin oleh kelompok, sehingga tetap bisa membayar pada koperasi dalam kondisi apapun.

Hasilnya, koperasi terbebas dari kredit macet hingga nol persen. Bukti berkembang dan majunya Koperasi SBW, per 31 Desember 2020 koperasi ini membukukan aset senilai Rp 112 miliar dan omset Rp 130 miliar

Duduk sebagai koperasi wanita yang maju, diakuinya sudah membantu ajakan Menteri Koperasi sebelumnya untuk hal pemberdayaan perempuan dalam membangun Indonesia. Kini, pihaknya juga siap menyambut keinginan MenkopUKM Teten Masduki agar koperasi besar berkolaborasi membangun koperasi.

“Kami siap bergabung untuk ambil bagian program-program pemerintah, misalnya untuk kolaborasi finansial. Apalagi sudah dikatakan menteri, SPK bisa dipakai untuk syarat akses modal ke perbankan, kami konsorsium Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi Besar lain tertantang untuk mengerjakan proyek-proyek pemerintah,” paparnya.

Di sisi lainnya, Sri Untari juga meminta kementerian harus responsif kepada koperasi dan memberi keberpihakan dalam porsi besar, serta meninjau ulang regulasi-regulasi yang belum sesuai nafas koperasi untuk direvisi agar lebih berpihak.

Selain itu koperasinya juga memberi dukungan Kemenkop yang sedang berjuang menaikan status Kementerian level C untuk naik ke level B. “Kami sangat mendukung, karena itu akan menjadi sebuah triger buat kita untuk berkembang dan membangun koperasi. Saya kira ini momentum yang tepat melalui forum Koperasi Besar Indonesia. Kami akan mengajak teman-teman koperasi besar untuk menggerakan koperasi-koperasi pada sektor rill, sektor keuangan yang di situ sudah bicara tentang digitalisasi dan transformasi. Untuk hal ini kami sudah menggerakan dan membina koperasi-koperasi yang lain,” ungapnya lagi.

Sri Untari yang juga Ketua Umum Dekopin, harapkan koperasi-koperasi besar melakukan hal sama, yakni melakukan pembinaan kepada koperasi lain untuk tumbuh bersama. Kata dia, sudah saatnya kolaborasi dan saling berbagi kebaikan dan keberhasilan agar koperasi menjadi besar bersama.

Sri Untari juga menegaskan, Dekopin sebagai asosiasi gerakan koperasi tidak boleh tidur. Diakuinya pasca Munas 2019 lalu, pihaknya terus melakukan kegiatan dan tidak pernah henti berinovasi dan berkegiatan. Webinar-webinar perkoperasian menjadi agenda rutin, termasuk kini sudah menyiapkan koperasi milenial dan melakukan sertifikasi BNSP.

“Kami tiap bulan tetap berkegiatan walaupun kasus hukumnya masih dalam proses banding itu tidak soal. Karena ketetapan pengadilan secara inkrah belum ada, kami tetap beranggapan bahwa saya Ketum Dekopin yang harus tetap mengendalikan teman-teman kopersasi di Indonesia,” tandasnya.

Terkait adanya APBN yang dialokasikan untuk Dekopin, dia minta pada pihak berwenang untuk kekeh menahannya. “Saya minta untuk siapapun tidak boleh ambil sebelum ada keputusan inkrah. Kami tidak mengambil sebaiknya pihak sebelah juga tidak mengambil,” tukasnya.

Ia menambahkan, seandainya ada alasan anggaran itu untuk gerakan koperasi, Sri Untari tegas bahwa gerakan koperasi itu ada payung hukumnya. “Yang mempunyai payung hukum itu saya, yaitu Keppres No 6/2011. Kalau itu yang dibutuhkn AD/ART-nya ada dan koperasinya juga ada,” pungkasnya. (saw/wan).                   

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button