Koperasi yang Bisa Menguasai Indonesia itu Koperasi Berkualitas

Pipnews.co.id, Solo – Upaya untuk melakukan reformasi total koperasi di Indonesia ada 3 hal yang harus ditempuh, yakni harus lakukan rehabilitasi, reorientasi dan yang terkait pengembangan terhadap koperasi demi kemajuan koperasi itu sendiri seperti di negara maju, Amerika.

Upaya tersebut semata dilaksanakan untuk melahirkan koperasi yang sehat dan berkualitas, yang sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi. Mengingat bergeraknya ekonomi kerakyatan pada akhirnya akan bermuara pada pemerataan kesejahteraan masyarakat. Strategi reformasi total koperasi tersebut dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan berkesinambungan.

Rehabilitasi menekankan pada pembaruan organisasi koperasi, melalui pendataan kembali jumlah koperasi serta pembekuan dan pembubaran koperasi. Reorientasi menekankan pada peningkatan kualitas koperasi sekaligus membangun koperasi berbasis teknologi informasi (TI). Sedangkan, pengembangan menekankan pada kajian regulasi yang dianggap menghambat berkembangnya koperasi, di samping memperkuat akses pembiayaan.

Demikian diungkapkan Plt Deputi Didang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Untung Tri Basuki, pada acara Bimbingan Teknis (bimtek) Advokasi Partisipasi Anggota dalam Permodalan dan Bimtek Partisipasi Pengawasan oleh Anggota bertemapt di Hotel Best Western Solo , Kamis ( 9/8).

Untung menambahkan, kalau dulu koperasi itu kasihan, indikasi kasihan yakni miskin gurem, sekarang kita mesti berubah anggota-anggotanya. Harus kita bangun supaya punya harkat dan martabat. “Kita harus bangun koperasi yang berkualitas, koperasi yang dapat menguasai Indonesia, koperasi yang bisa membuat rakyat Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelasnya.

Kepala Bidang Partisipasi Modal dan Usaha, Asdep keanggotaan Deputi Kelembagaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Puji Martini mengungkapkan, bimtek tersebut ujuannya agar anggota koperasi memahami fungsi dan manfaatnya sebagai pemilik dan koperasi dapat meningkatkan partisipasi anggotanya, baik dalam usaha maupun permodalannya. “Di sini tidak di batasi dari simpanan pokok dan simpanan wajib saja tapi di harapkan partisipasi anggota bisa masuk ke pasar modal, punya saham,” jelasnya.

Adapun Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sutarmo yang juga hadir acara tersebut menambahkan, permodalan biasanya kurang menghargai potensi dari anggota padahal anggota adalah pemilik, otomatis bisa di gali sehingga untuk kedepannya modal koperasi di Sukoharjo bisa berkembang dan tumbuh.

“Kendala yang ada di beberapa koperasi yang justru bisa digali, terutama dari anggota misalnya koperasi guru permodalan akan lebih mudah karena dapat diambil dari gaji guru tersebut,sekitar 5-19 miliar cukup untuk membiayai kebutuhan anggota khususnya guru,“ lanjut Sutarmo. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.