Korban Gempa Lombok akan Diberikan Program Diklat dan Ketrampilan, Kini Formulasinya sedang Disiapkan Kemenkop UKM

Pipnews.co.id Lombok – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) menyiapkan program pelatihan khusus bagi pengungsi, sebagai salah satu langkah pemulihan pascabencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan demikian diharapkan mereka tidak diam begitu saja menunggu dari pagi sampai sore, tapi hari-hari mereka akan diisi dengan pelatihan sesuai keterampilan mereka.

Hal tersebut disampaikan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkop dan UKM, Bintang Puspayoga, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/8), terkait pasca kunjungannya ke lokasi pengungsi di Desa Kayangan, Lombok Utara, NTB.

Dalam kunjungan tersebut Bintang Puspayoga didampingi Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Abdul Kadik Damanik, beserta sejumlah pengurus DPW. Di antaranya, Fransisca Meliadi Sembiring, dan Eriana Braman Setyo, serta Plt Asdep Perlindungan Usaha Atiek Istiati dan Sekretaris Korpri E Fundiartini.

Menurut Bintang, program tersebut akan dilakukan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait. Pada tahap awal pihaknya akan melibatkan Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian, dan Perdagangan setempat, guna mendata jumlah peserta yang akan dilatih, beserta skill masing-masing.

Intinya kata Bintang, mereka ini tidak boleh hanya berdiam tanpa kegiatan di posko. Karena hal itu justru akan menimbulkan perasaan trauma yang lebih dalam. “Untuk itu akan kami data melalui dinas, tentang potensi dan ketrampilan mereka, sambil menunggu upaya pemulihan di pengungsian. Sehingga nanti kalau kembali ke tempat masing-masing, minimal ada menerapkan sesuai dengan skill mereka,” ujarnya.

Kecuali pelatihan keterampilan, pihaknya juga menyiapkan program bantuan pemerintah berupa modal usaha mikro sebesar Rp 4,5 – 5 juta per orang. Bantuan ini nantinya akan dikucurkan pascapelatihan dengan jumlah penerima berkisar 100 – 150 orang. “Ini sesuai instruksi presiden. Jadi, mereka akan kita seleksi mana yang layak untuk diberi bantuan modal,” imbuh Abdul Kadir Damanik.

Dalam kesempatan tersebut, Bintang Puspayoga juga memimpin acara bakti sosial (baksos) yang diinisiasi oleh Kemenkop dan UKM. Ia bersama rombongan mengunjungi tiga titik pengungsian sambil menyerahkan bantuan yang merupakan hasil sumbangan pegawai.

Adapun bantuan yang diberikan berupa kasus lipat, pakaian berbagai jenis untuk orang dewasa, anak-anak dan wanita, sajadah, mukena, sarung, selimut. Juga ada badcover, seprei, handuk, mi instan, bihun, air mineral, tikar, terpal. Juga terdapat bantuan berupa susu, biskuit, kopi, cokelat, bumbu dapur, perlengkapan mandi dan mencuci, dan makanan ringan.

Lokasi pengungsian yang dikunjugi rombongan terlebih dahulu adalah pengungsian di Dusun Wadon, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju Kantor Dinaskop dan UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Lombok Utara yang cukup parah terkena dampak gempa di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

Selanjutnya yang menjadi tujuan akhir rombongan adalah mengunjungi posko pengungsian di Desa Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Sedikitnya ada 128 kepala keluarga mendirikan tenda di sekitar posko tersebut. Mereka tinggal menumpuk karena kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia untuk tempat tinggal. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.