KPPU akan Pantau Suplai Daging Ayam Tak Naik Jelang Ramadhan

PIPNews.co.id, Jakarta – Sebagai antisipasi dini terjadinya kelangkaan beberapa kebutuhan, khsusnya sembako saat hari raya Idul Fitri, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan terus memantau perkembangan dan situasi pasar yang terjadi. Misalya terhadap komoditas ayam daging mangharapkan tidak naik signifikan.

KPPU berharap harga daging ayam ras tidak melonjak tajam, menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, karena suplai ayam diprediksi akan melimpah.

Menukil data dari Kementerian Pertanian, kebutuhan ayam ras Januari – Maret 2018 tercatat 753.109 ton dan yang bisa dipenuhi dengan produksi dalam negeri sebesar 881.067 ton, sehingga ada surplus sebesar 127.958 ton. Sementara pada Mei nanti surplus ayam ras secara kumulatif bisa mencapai 216.191 ton.

Dengan menukil data tersebut, Wakil Ketua KPPU Kamser Lumbanradja mengatakan instansinya akan mengawasi secara ketat harga daging ayam ras di pasar. Sehingga, jika harga ayam melonjak drastis di pasaran, KPPU bisa menganalisis praktik persaingan usaha tidak sehat dengan mudah.

Sesuai info dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, per 14 Maret 2018, rata-rata harga ayam ras segar tercatat Rp31.650 per kilogram (kg).

“Kalau melihat data yang disampaikan Kementan, maka kami harapkan harga ayam tidak mengalami lonjakan. Tapi karena itu, justru pengawasan kami semakin berat, harus memastikan tidak ada spekulan yang bermain,” ujar Kamser di KPPU, Rabu (14/3).

Ia melanjutkan, KPPU tak memiliki batas tertentu terkait harga yang wajar. Menurut dia, harga wajar tentu harus dianalisis dari biaya produksi dan distribusi serta struktur pasarnya.
Namun, jika ada keluhan dari masyarakat terkait harga ayam ras, KPPU baru akan melakukan tindak lanjut.

Perihal harga wajar atau tidak ini juga diangap oleh konsumen. KPPU diakuinya tidak pernah mematok berapa harga wajar dari suatu komoditas, mengingat struktur harga itu memang perlu ianalisis.

Kamser berharap tren kenaikan harga pangan menjelang hari raya tidak terjadi lagi, mengingat negara-negara maju tidak pernah mengalami hal demikian. “Dengan pendataan yang mumpuni, kami yakin pemerintah bisa merumuskan kebijakan terkait kestabilan harga pangan jelang Ramadan.

Mencermati pengalaman Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan KPPU dengan pelaku usaha ayam ras dan pemerintah, masing-masing pihak telah punya persepsi yang berbeda-beda terkait makna tingkat konsumsi ayam. (Dsl/awes).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.