Nasional

KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah Pati Siap Naik Kelas Ke Level Nasional Berkat Dorongan dari Kemenkop dan UKM

Pipnews.co.id, Pati – Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Fastabiq Khoiro Ummah di Pati, Jawa Tengah, merupakan koperasi modern yang telah mengembangkan sistem pembiayaan syariah. Atas kinerjanya ini membuat Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong untuk “naik kelas” menjadi koperasi berskala nasional. Sebab pemerintah, menurut Teten, membutuhkan koperasi- koperasi yang berkinerja bagus dan berprestasi untuk terus bisa menjadi koperasi besar.

Bahkan menurutnya, Kemenkop dan UKM memiliki gagasan untuk kembangkan koperasi ini memiliki jaringan untuk pembiayaan UMKM, khususnya bagi anggota koperasi. Masih kata Teten, koperasi simpan pinjam yang telah modern dalam mengembangkan sistem pembiayaan. Sudah saatnya naik kelas. “Karena pemerintah butuh koperasi-koperasi yang tumbuh besar. Dan kami lagi punya gagasan untuk menggunakan pembiayaan syariah, menjadi jaringan untuk penyaluran pembiayaan UMKM lebih efektif dan ramah bagi UMKM yang menjadi anggotanya,” paparnya.

Menteri mengakui, pihaknya bersilaturahmi ke koperasi tersebut karena tahu, KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah salah satu koperasi berprestasi. “Saya sudah mendapatkan paparan yang detail luar biasa,” tegasTeten usai berdialog dengan pimpinan KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah Sabtu (4/7).

Dalam silaturahmi tersebut Menkop dan UKM ditemani Dirut LPDB-KUMKM Supomo, Deputi SDM Arief Rahman Hakim, Staf khusus Riza Damanik, Kadis koperasi Jateng Ema Rahmawati, dan Dirut KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah, Muhammad Ridwan.

Diceritakan Teten, meskipun KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah belum menjadi mitra LPDB-KUMKM, namun pihaknya menawarkan kerja sama untuk membesarkan koperasi berprestasi tersebut. “Kebetulan koperasi ini memang belum menjadi mitra LPDB, tadi kita tawarkan ayo kita sama-sama besarkan. Ini potensial untuk menjadi tumbuh dan besar,” tegasnya.

Menkop dan UKM mencontohkan, Rabo Bank awalnya juga koperasi, kemudian koperasi susu Fontera di New Zealand, kini pun sudah tumbuh dan berkembang pesat. Untuk itu, pihaknya berharap di Indonesia koperasi yang sudah ada, akan dimaksimalkan atau bisa bergabung membentuk sebuah koperasi besar. Agar penyerapan tenaga kerja lebih banyak dan bisa ikut mengembangkan usaha kecil naik kelas.

Teten menamahkan, di luar negeri koperasi besar-besar, seperti Rabo Bank itu didirikan oleh koperasi. Demikian koperasi produksi Fontera di New Zealand adalah koperasi susu dan masih banyak lagi. “Koperasi itu tumbuh berkembang dan bergabung menjadi besar. Seharusnya kita jangan terlalu banyak koperasi. Dalam skala kecil sulit. Sekarang harus memperbesar koperasi yang ada dan bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak, serta bisa juga ikut mengembangkan usah kecil yang baru tumbuh,” tandasnya.

Jika hal tersebut terwujud di setiap wilayah di Indonesia, menurut Teten maka pemerintah mudah melakukan pemberdayaan ekonomi rakyat. Menyalurkan pembiayaan sehingga ekonomi rakyat akan tumbuh. “Kalau ada disetiap daerah maka ringan bagi pemerintah melakukan pemberdayaan ekonomi rakyat, menyalurkan pembiayaan dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah, Muhammad Ridwan menjelaskan, pihaknya siap naik kelas, dari tingkat propinsi ke level nasional. “Saya ijin pak menteri, sekarang tingkat propinsi dan mau naik kelas ke tingkat nasional,” kata Ridwan.

Masih ditegaskan Ridwan, KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah akan terus mengedukasi anggota, agar tetep eksis dalam kondisi apapun. Selain itu akan memperluas layanan dari yang sebelumnya hanya di Jawa Tengah, berkembang ke Jawa Timur dan propinsi lainnya. “Target jangka pendek adalah mengedukasi anggota agar koperasi ini tetep eksis dalam kondisi apapun.Target kedua seperti saran pak menteri, kita harus meluaskan layanan. Tidak hanya Jateng saja, tetapi sekarang sudah merambah Jatim. Syarat naik kelas harus itu,” tuturnya.

KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah yang berada di Jl. Raya Pati-Tayu KM.3 Tambaharjo, Pati, Jawa Tengah ini, dinobatkan sebagai koperasi berprestasi 2019, dengan standar ISO 9001-2008 manajemen mutu. Memiliki anggota lebih 26 ribu orang dan asetnya mencapai Rp 347 miliar dan semuanya itu dimiliki oleh anggota. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button