KUMKM di Destinasi Pariwisata Magelang, Dapat Perkuatan dari Kemenkop dan UKM

Pipnews.co.id , Magelang – Kabupaten Magelang yang sangat mashur karena Candi Borobudur, juga telah ditetapkan pemerintah sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Kementerian Koperasi dan UKM pun ikut melakukan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan daya saing pelaku KUMKM destinasi pariwisata di Kabupaten Magelang. 
  
Sinergitas Kegiatan Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sektor Pariwisata di Magelang yang diselenggarakan Kemenkop dan UKM tersebut dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Investasi Usaha, Eviyanti Nasution mewakili Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Eddy Satriya, Kamis (27/8). 

Menurutnya, Kabupaten Magelang menjadi penggerak pariwisata dari tiga kota besar Jogja-Solo-Semarang atau Joglosemar biasa didebut.Di sana banyak memiliki pelaku usaha yang kreatif.

Sehingga pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Magelang dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 5,24%. “Hal ini mengindikasikan bahwa bahwa bahwa telah terjadi perkembangan yang signifikan pada dunia usaha di Kabupaten Magelang,” Eviyanti saat menyampaikan pengiriman Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Eddy Satriya.

Lanjut Eddy dalam laporan, bahwa KUMKM menghadapi sejumlah masalah utama, sehingga sulit bersaing. Yaitu permodalan usaha, pemasaran, pengetahuan, branding, administrasi keuangan dan legal. Masih kata Eddy, sinergi kegiatan tersebut untuk memberikan solusi terhadap berbagai masalah utama KUMKM. Temu investasi UMKM, penguatan KUMKM berbasis teknologi, dan sosialisasi IUMK. 

Eddy Satriya masih dalam krisisnya mengatakan, temu investasi akan mendekatkan KUMKM kepada calon investor. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan KUMKM yakni melalui equity crowdfunding.

Menurutnya, equity crowdfunding sumber daya dana untuk sebuah proyek, atau usaha yang dijalankan oleh UMKM. Yang biasa dilakukan melalui platform online. “Sistem equity crowdfunding seperti membeli saham, jadi berbeda dengan sistem peer to peer lending yang hanya meminjamkan dana saja,” tandasnya.

Dalam temu investasi tersebut, Kemenkop dan UKM menggandeng PT Santara Daya Inspiritama selaku perusahaan Start-Up Equity Crowdfunding. Dimana Santara diketahui telah Izin dari OJK untuk menjalankan ekuitas crowdfunding.

Adapun terkait penguatan KUMKM berbasis teknologi, Eddy berkata UMKM Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Magelang khususnya, memiliki beragam variasi produk inovatif Hal ini sangat membangun UMKM yang memiliki daya saing tinggi.

Kata Eddy, banyak KUMKM mempunyai produk yang bagus dan punya potensi pasar, tapi tidak tahu cara membangun suatu produk dikenal dan punya potensi pasar luas, dengan pemanfaatan teknologi internet. “Melalui digitalisasi usaha merupakan solusi meningkatkan penjualan produk, apalagi di tengah pandemi covid-19,” tandas Eddy.

Lanjut dia, kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM dengan mengadaptasi layanan berbasis teknologi untuk menjalankan pemasaran secara online, sehingga bisa menciptakan peluang baru Sedangkan kegiatan Sosialisasi IUMK, untuk memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengembangkan usahanya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Basirul Hakim mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan UMKM di Kabupaten Magelang.

Ia mengakui UMKM di Magelang masih memiliki banyak kelemahan, khususnya dalam inovasi dan kreativitas, produktivitas rendah, ketrampilan yang lemah dan lemahnya kesadaran akan legalitas dan sertifikasi produk. “Saya berharap, kegiatan ini akan meningkatkan sinergi antara dinas dan pelaku UMKM dan wadah pengenalan produk dan mendorong peningkatan perekonomian UMKM di Magelang,” katanya.

Salah seorang pelaku UMKM sepatu, Mia Widyastuti (Mia Widy Shoes) mengungkapkan, sejak Pandemi Covid-19 nyaris berhenti total. Produktivitas di anjlok sampai sekitar 90% karena pemasarannya sulit.

Mia mengatakan akan memanfaatkan kegiatan ini untuk membantunya mencari peluang agar usahanya dapat berjalan kembali. Mia yang sudah mampu mengirim produknya ke luar negeri (Singapura dan Australia) dapat menemukan investor melalui temu investasi yang diselenggarakan Kemenkop dan UKM. (Esawe).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.