Nasional

LPDB Dorong Peningkatan Market Share Keuangan Syariah Melalui Insyaf

Pipnews.co.id, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pada 27-29 November 2018 akan menyelenggarakan Indonesia Syariah Fair (Insyaf). Event berskala nasional ini diharapkan dapat mendorong peningkatan market share keuangan syariah di Indonesia yang saat ini masih minim, yakni sebesar 5,3.

Jika dibandingkan dengan Malaysia, market share keuangan syariah di Indonesia memang masih jauh tertinggal. Sebab di negara jiran tersebut jumlahnya sudah mencapai 24,7%. Hal yang membuat kita tertinggal dsebabkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi minimnya market share. Salah satunya, yakni masih minimnya keuangan syariah, mempenetrasi sektor riil yang produktif di masyarakat, termasuk di sektor inklusi mikro dan usaha kecil. Demikian disampaikan Braman Setyo Direktur Utama LPDB-KUMKM dalam acara konferensi pers di Jakarta, Senin (10/9).

Braman menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong bagaimana bisa berkontribusi maningkatkan market share keuangan syariah walaupun angkanya masih kisaran 5,3% itu.

“Untuk itu berbagai upaya strategis dilakukan LPDB-KUMKM dalam mengakselerasi keterlibatan berbagai lembaga pembiayaan syariah dan pemberdayaan KUMKM di Indonesia khususnya pembiayaan pola syariah, salah satunya melalui Insyaf ini,” jelasnya.

Sedangkan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Jaenal Aripin mengungkapkan, salah satu penyebab masih minimnya market share keuangan syariah, karena selama ini ada asumsi lembaga keuangan syariah khususnya perbankan lebih banyak mengarah pada pembiayaan sektor usaha menengah ke atas, bahkan hampir mengabaikan sektor usaha mikro dan kecil.

Menurutnya arah ini memang menafikan para pelaku usaha mikro dan kecil bersentuhan dengan lembaga perbankan, sehingga terkesan lembaga keuangan bank sangat eksklusif atau hanya bisa diakses para pengusaha pada level tertentu, dan tidak terbuka untuk pengusaha dari berbagai level.

Oleh sebab itu lanjut Jenal dengan adanya Insyaf ini diharapkan lembaga keuangan khususnya bank, mengubah arahnya dari lama ke arah baru dengan lebih inklusif, atau terbuka bagi para pengusaha dari berbagai level termasuk juga sektor usaha mikro. Dengan begitu, para pengusaha mikro yang selama ini belum banyak menikmati bantuan pinjaman dari lembaga keuangan bisa terfasilitasi. “Harapan ini wajar, mengingat secara kuantitas pengusaha mikro, menempati jumlah terbesar dari skala usaha yang ada di Indonesia,” papar dia.

Insyaf akan fokus pada arah baru keuangan syariah yang lebih inklusif dan banyak menitikberatkan pada usaha mikro, juga ingin mendorong agar muncul Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) lebih besar lagi.

Dengan demikian LKMS ini selain berfungsi sebagai lembaga inklusi bagi masyarakat atau akses ke perbankan, juga bisa menjadi instrumen keuangan yang fokus melayani kebutuhan permodalan bagi pengusaha mikro dan kecil.

“Kebutuhan permodalan bagi pengusaha dari skala mikro, kecil, menengah sampai besar bisa terlayani oleh lembaga keuangan. Efek positifnya, lembaga keuangan bisa lebih inklusi karena bisa diakses oleh masyarakat dari seluruh kalangan,” tambah Jaenal.

Insyaf akan berlangsung selama tiga hari di Balai Kartini Jakarta dan rencananya akan dibuka Presiden Joko Widodo. Acara Insyaf ini akan dirangkai dengan kegiatan diskusi, lomba karya tulis ilmiah, pemberian award kepada mitra LPDB-KUMKM terbaik, seminar, talkshow, sejumlah tutorial, table top, pemberian modal usaha terhadap KUMKM terdampak bencana, dan pameran.

Jaenal berharap Insyaf 2018 ini menjadi akselerator dalam menumbuhkan gairah percepatan pengembangan KUMKM Indonesia, yang tersaji dalam keindahan dan kreatifitas, namun bersifat edukatif, sehingga para peserta, maupun pengunjung memperoleh manfaat yang maksimal, baik dalam pengetahuan, pemasaran, permodalan, teknologi, maupun kelembagaan, serta jejaring dalam ekonomi syariah dan produk halal.
“Harapannya even yang akan berlangsung setiap tahun ini akan menjadi rujukan atau tempat bertemunya berbagai pihak yang terkait dengan pola pembiayaan syariah,” pungkas Jaenal. (Slamet AW).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button